Sifat Istri Shalihah (1)

Ketika kita berbicara tentang sifat istri shalihah dan mengenai keshalehahannya, seyogyanya tidaklah hilang dari kita kaidah yang agung dalam hal ini, yang di mana itu adalah dasar dan pondasi asal untuk mencapai keshalehan tersebut.

Keshalehan itu tak akan tercapai kecuali dengan 2 hal:

  1. Taufiq dari Allah dan hidayah-Nya serta pertolongan dan kemudahan-Nya kemudian arahan-Nya. Sang Maha pemberi petunjuk hanya satu satunya, dan seluruh perkara itu berada di tangan-Nya.

مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَه ُوَلِيًّا مُّرْشِدًا

 Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk. Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.” (Al Kahfi: 17)

وَاللّٰهُ يَدْعُوْآ اِلٰى دَارِ السَّلٰمِ ۚوَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Allah menyeru (manusia) ke Dārussalām (surga) dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki menuju jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).” (Yunus: 25)

Maka dari itu, hidayah keshalehan itu hanyalah berada di tangan-Nya. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan yang tidak maka pasti tidak akan terjadi.

  1. Usaha, perjuangan, serta kesungguhan manusia dalam memperoleh keshalehan itu, dan mencari serta menempuh sebab-sebab dan perantara yang menunjukkan pada keshalehan tersebut.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mengkombinasikan antara 2 hal ini (taufiq Allah dan usaha manusia) dalam sabdanya yang shahih, yang berbunyi:

اِحْرِصْ عَلىَ مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجَزْ

Bersemangatlah terhadap hal-hal yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan menjadi lemah.(HR. Muslim)

Maksud dari

اِحْرِصْ عَلىَ مَا يَنْفَعُكَ

 yaitu dengan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan perantara yang bermanfaat lagi berguna, yang di mana hal itu bisa menjadikan kita memperoleh keshalehan tersebut dan merealisasikannya.

Sedang maksud dari

وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجَزْ

yakni, jadilah orang yang bergantung pada Allah, bersandar pada-Nya, berusaha mendapat pertolongan-Nya, serta berharap agar Allah memberi taufiq, ketetapan, dan ketangguhan. Dan ini merupakan kaidah yang agung yang mencakup semua kumpulan kebaikan.

Sumber: Diterjemahkan dari kitab Shifat Az Zaujah As Shalihah, Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al Badr, Daarul Kutub Al Ilmiyah, Pdf, hal 9-10