Mencintai Orang-Orang Miskin dan Dekat Kepadanya

Salah satu nasehat Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam kepada sahabat Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu adalah agar dia mencintai orang miskin dan dekat kepadanya.

…….عن أبي ذر رضي الله عنه قال: أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بسبع : بحب المساكين  و أن أدنو منهم

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam mewasiatkan kepadaku dengan tujuh (hal): (1) agar aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengannya…… “ (Shahih, HR Imam Ahmad dalam musnadnya (V/130)

Orang miskin yang dimaksud adalah mereka yang hidupnya tidak berkecukupan, tidak punya kepandaian untuk mencukupi kebutuhannya, dan yang paling baik di antara mereka adalah orang yang tidak mau meminta-minta kepada manusia. Pengertian ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallahu ‘alahi wa Sallam

لَيْسَ المِسْكِينُ  بِهِذا الطَّوَّاف الَّذِي يطُوفُ علَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمةُ واللُّقْمتَان، وَالتَّمْرةُ وَالتَّمْرتَانِ، ولَكِنَّ المِسْكِينَ الَّذِي لاَ يَجِدُ غِنًى يُغنْيِه، وَلا يُفْطَنُ بِهِ فيُتصدَّقَ عَلَيهِ، وَلا  يسأل النَّاسَ شيئا

“Orang miskin (yang sebenarnya) itu bukanlah orang yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain agar diberikan sesuap dan dua suap makanan dan satu-dua butir kurma.” Para sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?” Beliau menjawab, “Dia adalah orang yang hidupnya tidak berkecukupan, dan dia tidak diketahui (kemiskinannya) sehingga tidak ada yang memberi shadaqah (zakat) dan tidak mau meminta-minta sesuatupun kepada orang lain.” (Shahih, HR Bukhari no. 1479).

Selaku umat Islam kita diperintahkan untuk dekat dengan orang miskin dan dilarang menyombongkan diri terhadap mereka karena perbuatan sombong adalah haram. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.  ” (QS Lukman: 18)

Mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka yaitu dengan membantu dan menolong mereka bukan sekedar dekat dengan mereka. Apa yang ada pada kita, kita berikan kepada mereka karena kita akan diberikan kemudahan oleh Allah Ta’ala dalam setiap urusan, dihilangkan kesusahan pada hari kiamat dan memperoleh ganjaran yang  besar. Rasulullah shallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ،

“Barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang muslim maka Allah akan meghilangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Dan barang siapa yang memudahkan kesuliatan orang yang dililit hutang , maka Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat.” (Shahih, HR Muslim, no. 2699).

Beliau Shallahu ‘Alahi wa Sallam juga  bersabda,

السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ-  و أحسبه قال – أَوِ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ

“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fi sabilillah.” Saya(perawi) mengira beliau  bersabda, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus menerus.” (Shahih, HR Bukhari, no. 5353).

Rasulullah  Shallahu ‘Alahi wa Sallam selalu  berkumpul bersama orang-orang miskin sampai-sampai beliau berdoa kepada Allah agar dihidupkan dengan tawadhu’, akan tetapi beliau mengucapkannya dengan kata miskin

اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا، وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِين

“Ya Allah hidupkan aku dalam keadaan miskin, matikanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku  bersama rombongan orang-orang miskin.” (Shahih, HR Ibnu Majah, 4126).

Makna hadits ini bukanlah meminta agar beliau menjadi orang miskin sebagaimana yang dijelaskanoleh Ibnu Atsir rahimahullahu bahwa kata  miskin dalam hadits di atas adalah tawadhu’. (lihat an-nihayah fi gharibil hadits (II/385) oleh Imam Ibnu Atsir rahimahullah.

Doa Mencintai Orang Miskin

Dalam sebuah hadits disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam berdoa agar mencintai orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ، وَإِذََا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِيْ غََيْرَ مَفْتُوْنٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى حُبِّكَ. 

“Ya Allah aku memohon kepadaMu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan  baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu dikaruniakan rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu.” (Shahih. HR Ahmad, V/243).

Mendatangkan Rizki dan Pertolongan

Menolong orang-orang miskin dan lemah akan menjadikan kita memperoleh rizki dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

هل تنصرون و ترزقون الا بضعفائكم

“Kalian hanyalah mendapatkan pertolongan dan rizki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian.” (Shahih. HR Bukhari, 2896)

إنما نيصر الله هذه الامة بضعيفها: بدعوتهم و صلاتهم و اخلاصهم

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang-orang  lemah di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka.” (Shahih. HR An Nasai, VI/45)

Sumber: Wasiat Nabi Shallahu ‘alahi wa sallam kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Yazid Jawas, Pustaka At-Taqwa.