Larangan Bagi Pengantin Baru Keluar Berperang Sebelum Menikmati Malam Pertama Bersama Isterinya

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Seorang Nabi berperang bersama kaumnya dan berkata kepada mereka, janganlah mengikutiku laki-laki yang baru saja mengawini wanita sedang ia bermaksud menikmati malam pertama dengannya karena ia belum lagi berkumpul dengannya. Dan jangan pula orang yang sedang membangun rumah dan belum lagi ia menaikkan atapnya. Dan jangan pula orang yang membeli kambing atau unta betina yang tengah bunting, sedang ia menunggu hewannya beranak’,” (HR Bukhari [3124] dan Muslim [1747]).

Kandungan Bab: 

  1. Makruh hukumnya berangkat jihad sementara hatinya masih terkait dengan salah satu dari perkara yang disebutkan dalam hadits ini. Karena perkara tersebut termasuk syahwat dunia yang senantiasa mengajak jiwanya untuk menyukai tinggal di rumah dan membenci peperangan. Barangsiapa baru saja mengawini seorang wanita sementara ia belum berkumpul dengannya tentu saja pikirannya akan sibuk mengingatnya dan ingin segera kembali menemuinya sehingga dengan demikian syaitan mendapat jalan untuk mengganggunya. 
  2. Seorang pemimpin perang hendaklah mentarbiyah prajuritnya dengan tarbiyah imaniyah yang memutus mereka dari kesibukan-kesibukan dunia. Karena perkara-perkara penting hanya akan dapat diserahkan kepada orang yang sungguh-sungguh dan penuh konsentrasi. Masalah ini telah aku jelaskan dalam bukuku yang berjudul: Ats-Tsabaat ‘alal Islaam (Teguh di Atas Islam”, silahkan membacanya.

Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 2/467-468.