Orang Yang Menolak Sujud Selama Di Dunia

Semua manusia yang terlahir ke dunia mereka sudah terlebih dahulu bersaksi bahwa Allah adalah Rabbnya seperti yang tertera dlam al-qur’an dalam surat Al-A’raf ayat 172 yaitu :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi” (QS. Al-A’raf: 172)

Namun, ketika sudah dewasa atau baligh , tidak semua dari mereka menjadi muslim alias kafir. Maka dari itu lah mereka (orang-orang kafir) tidak pernah sujud kepada Allah, dan pada hari nanti mereka di perintahkan untuk sujud mereka tertunduk hina karna mereka tidak bisa bersujud. Dan Allah mengabadikannya dalam Al-qur’an

Allah ta’ala berfirman :

{ﻳَﻮْﻡَ ﻳُﻜْﺸَﻒُ ﻋَﻦْ ﺳَﺎﻕٍ ﻭَﻳُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻴﻌُﻮﻥَ. ﺧَﺎﺷِﻌَﺔً ﺃَﺑْﺼَﺎﺭُﻫُﻢْ ﺗَﺮْﻫَﻘُﻬُﻢْ ﺫِﻟَّﺔٌ ﻭَﻗَﺪْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ ﻭَﻫُﻢْ ﺳَﺎﻟِﻤُﻮﻥ}َ

“Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa. (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sehat”. (Al Qalam: 42-43)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

“Dan tatkala mereka diajak untuk sujud di dunia mereka menolaknya, padahal mereka dalam keadaan sehat dan sejahtera, maka demikianlah mereka disiksa, yaitu dengan tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya di akhirat.

Yaitu ketika Allah Azza wa Jalla menampakkan dirinya, sehingga orang-orang beriman pun seluruhnya bersujud kepada-Nya, maka tidak ada seorangpun dari orang kafir dan munafik yang mampu untuk sujud, bahkan punggung mereka kembali berdiri tegak, setiap kali salah seorang dari mereka mencoba untuk sujud (punggungnya) mental kembali ke arah kebalikan sujud, sebagaimana mereka ketika di dunia, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman.”

 

 

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir oleh Imam Ibnu Katsir