Ketika Nasehat (Ilmu) Di Sembunyikan

قال الإمام البربهاري رحمه الله  و لا يحلّ أن تكتم النصيحة للمسلمين ، برّهم و فاجرهم في أمر الدين 

“Tidaklah halal engkau menyembunyikan nasihat dalam perkara agama untuk kaum muslimin yang baik dari kalangan mereka, maupun yang jahat.”

فمن كتم فقد غشّ المسلمين ،

“Barangsiapa yang menyembunyikan nasihat maka dia telah menipu kaum muslimin,”

و من غشّ المسلمين فقد غشّ الدين 

و من غشّ الدين فقد خان الله و رسوله و المؤمنين

“Dan barangsiapa yang menipu kaum muslimin maka dia telah menipu agama, Dan barang siapa yang menipu agama, maka sungguh dia telah mengkhianati Allah, rasulNya dan juga kaum mukminin.”

Allah berfirman yang artinya

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.” (QS. Al-Baqarah: 159)

Al-Hafidz Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya, “Ancaman yang keras buat orang yang menyembunyikan apa yang telah disampaikan oleh rasul-rasul berupa keterangan-keterangan yang jelas yang bertujuan benar serta petunjuk yang bermanfaat bagi had manusia, sesudah dijelaskan oleh Allah Swt. kepada hamba-hamba-Nya melalui kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ سُئِل عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ، أُلْجِمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

Barang siapa yang ditanya mengenai suatu ilmu, lalu ia menyembunyikannya, niscaya dia akan disumbat kelak di hari kiamat dengan tali kendali dari api neraka.” (HR. Bukhari)

 

Sumber: Syarh As-Sunnah oleh Imam Al-Barbahari