Apa Hukumnya Bertawassul?

Apa Hukumnya Bertawassul?

Jawaban:

Ini adalah soal penting, maka kami harus menjelaskannya agak panjang lebar tentangnya. Tawassul adalah masdar dari kata tawassala yatawassalu atau menjadikan satu wasilah (perantara) untuk mencapai sesuatu yang dituju. Makna asal dari tawasul adalah membuat jalan untuk sampai kepada tujuan yang diinginkannya.

Tawassul dibagi menjadi dua bagian:

Pertama, tawasul yang benar

Yaitu bertawasul dengan menggunakan wasilah yang benar yang dapat menghantarkan kepada tujuan yang diinginkan. Tawasul macam ini dibagi menjadi beberapa macam:

Macam pertama, bertawassul dengan nama Allah. Inipun dibagi lagi menjadi dua katagori:

  1. tawasul yang bersifat umum seperti yang dijelaskan dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dalam doa tentang kesedihan dan kepedihan; yang artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu yang laki-laki, hamba-Mu yang wanita dan anak hamba-Mu yang wanita, ubun-ubunku (nasibku) ada di tangan-Mu, hukumanmu berjalan kepadaku, dan ketepan-Mu adalah adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu atau Engkau sembunyikan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu; Hendaklah engkau jadikan Al-Qur;an penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghibur kesedihanku dan penghilang kegenduhanku.”

Ini adalah bertawassul dengan nama-nama Allah secara umum dengan mengatakan, “Aku memohon kepada-Mu dengan seluruh nama-Mu yang Engkau menamakan diri-Mu dengannya