Pembubaran Ikhwanul Muslimin Tunggu Putusan

KAIRO (SALAM-ONLINE): Pengadilan Kairo akan memutuskan pada Senin (23/9/2013), apakah Ikhwanul Muslimin (IM) akan dilarang dan disita aset-asetnya dalam kasus gugatan yang diajukan oleh Partai Kiri Tagammu. Gugatan yang diajukan oleh Partai Kiri Tagammu, menuntut larangan kegiatan IM di Mesir dan membekukan keuangannya, demikian lansir Al-Ahram, Sabtu (21/9).

Pemerintah Mesir telah melancarkan tindakan represif terhadap gerakan Ikhwanul Muslimin menyusul kudeta militer terhadap Presiden Muhammadd Mursi yang diusung IM. Sebagian besar pimpinan teras dan ribuan anggota IM telah ditahan pihak militer dan dijerat dengan tuduhan menghasut kekerasan.

Pada 14 Juli 2013, Kejaksaan Mesir menuntut pembekuan aset pimpinan senior IM dan beberapa tokoh Islam terkemuka di Mesir, sebagai bagian dari tuntutan menghasut kekerasan dalam aksi protes.

Sementara itu aksi protes kembali digelar pada Sabtu (21/9) kemarin oleh mahasiswa di Universitas Al-Mansoura. Siswa di kota Delta Nil ini mengecam apa yang mereka sebut sebagai kudeta militer terhadap Presiden Mursi pada 3 Juli lalu.

Menurut Al-Ahram, bentrokan pecah antara mahasiswa yang pro-Mursi dengan mahasiswa yang mendukung kudeta militer. Bentrokan pecah ketika mahasiswa pro-Mursi berusaha melukis simbol empat jari peringatan peristiwa Rabia Al-Adawiya di dinding bangunan.

Sayed Abdel-Khaleq, Presiden Universitas, mengatakan kepada Al-Ahram bahwa ia sedang menunggu laporan rinci tentang peristiwa bentrokan pada protes Sabtu (21/9) kemarin. Ia menambahkan, dua karyawan universitas terluka.

Menurut halaman Facebook dari ‘Murid Melawan Kudeta (SAC)’, beberapa protes serupa terjadi menandai hari pertama semester pada musim gugur tahun ini.

Di Kota Damietta, siswa bernama Abdullah El-Lazaky dan Khaled Khafaga dilaporkan ditangkap saat melukis lukisan wajah seorang rekannya yang gugur dalam tragedi kamp Rabia Al-Adawiya, di dinding Gedung Fakultas Ekonomi.