Benarkah MTA Aliran Sesat yang Menghalalkan Daging Anjing?

JAKARTA, muslimdaily.net – Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) adalah lembaga dakwah Islam yang didirikan KH ‘Abdullah Thufail Saputro di kota Surakarta pada 19 September 1972. MTA sendiri memiliki kantor pusat di jalan Serayu No. 12, Semanggi RT/RW 06/15, Pasar Kliwon, Surakarta. Pada saat ini MTA telah memiliki 434 cabang dan perwakilan di seluruh tanah air.

Kini perkembangan dakwah MTA yang telah menginjak usia ke-41 tahun kata pimpinan pusat MTA yang sekarang, Drs. Ahmad Sukino. MTA dalam melaksanakan dakwahnya selama 41 tahun tidak melewati jalan yang mulus melainkan melewati jalan yang terjal, semak belukar yang lebat, dan berduri. Setiap kelompok pengajian MTA akan tumbuh di suatu tempat pasti akan mengalami hambatan dan rintangan, bahkan warga masyarakat Indonesia yang ikut pengajian di MTA dianiaya oleh orang-orang yang tidak suka dengan keberadaan MTA. Tuduhan yang jelek dan fitnah pun dilontarkan pada MTA, antara lain: MTA adalah gerakan Wahabi, MTA menganggap NKRI adalah negara Thoghut, kegiatan MTA di danai Syaithan, MTA memecah belah persatuan, MTA dikatakan membawa agama baru, MTA menghalalkan anjing dan masih banyak lagi tuduhan-tuduhan jelek yang lain, yang itu semua hanyalah fitnah yang ditujukan untuk menghambat kegiatan dakwah yang dilakukan oleh MTA.

Dengan dasar pemikiran untuk memperkenalkan MTA kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Maka MTA menyelenggarakan kegiatan Silaturahim Nasional Majlis Tafsir Al-Qur’an (Silanatnas MTA) 2013 dalam rangka peresmian 128 perwakilan dan cabang MTA diseluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Ahad, (15/09). Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh 80.000 warga MTA yang berasal dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ketua umum MTA Ahmad Sukino kepada wartawan mengatakan, tujuan didirikannya MTA adalah untuk mengajak umat Islam kembali ke Al-Quran dan Sunnah Rosul. Sumber utama rujukan MTA dalam berdakwah adalah kitab-kitab tafsir muktabar, baik tulisan ulama-ulama khalaf mau pun ulama-ulama salaf, seperti kitab tafsir Ibnu Abas, kitab tafsir Ibnu Katsir, kitab tafsir Fii Dhilalil Quran, dan kitab tafsir yang diterbitkan oleh Departemen Agama Republik Indonesia. Namun, kata Ahmad Sukino ada beberapa pihak tertentu yang menyalahartikan dan salah paham terhadap MTA.
“Bahkan tidak jarang yang menyebarkan fitnah ke MTA sebagai ajaran sesat,” ujar Sukino.

Drs. Ahmad Sukino dalam sambutannya sangat berharap bahwa keberadaan MTA harus bisa mengokohkan keberadaan umat Islam di Indonesia serta ikut mengokohkan kesatuan masyarakat Negara Indonesia.

“Mudah-mudahan keberadaan MTA bisa mengokohkan keberadaan umat Islam di Indonesia dan pada gilirannya dapat mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, memberikan sambutan baik dengan terselenggaranya kegiatan Silaturahim Nasional Majlis Tafsir Al-Qur’an (Silanatnas MTA) dalam rangka peresmian 128 perwakilan dan cabang MTA diseluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Ahad, (15/09).

“Saya menyambut baik terselenggaranya acara Silaturahim Nasional ini, yang mengambil tema “Membangun Moral Bangsa melalui Ukhuwah Islamiah serta Menjalin Tali Silaturahim”. Kegiatan seperti ini penting karena dapat menjadi ajang silaturahim sesama anak bangsa umat Islam di Indonesia sehingga akan semakin mempererat rasa persatuan dan kesatuan Bangsa.” Kata Budieono yang disambut tepuk tangan meriah peserta silatnas MTA, Ahad (15/09).

Hal itu diungkapkan oleh Wapres Boediono dihadapan 70 ribu jamaah MTA di Istora Senayan, Jakarta, (15/09). Tampak hadir pula dalam kesempatan itu Pimpinan Pusat MTA Al-Ustadz Ahmad Sukina, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Cholil Ridwan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Wapres mengutip sebuah hadits tentang pertanyaan sahabat akan amal apa yang pahalanya besar, Rasulullah SAW bersabda: “Mendamaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahim.”

Budieono dalam sambutannya menyampaikan bahwa pedoman umat Islam itu adalah Al-Qur’an dan Hadits. Karena al-Qur’an dan hadits merupakan pedoman bagi anak bangsa untuk meraih kemajuan dan kebahagiaannya.

“Bagi umat Islam pedomannya adalah Al- Qur’an dan As-sunnah, pedoman sebagai individu dan sebagai anak bangsa agar dapat meraih kemajuan dan kebahagiaan. Dalam mengamalkan pedoman itu, dalam melaksanakan dak’wah, sekali lagi kita wajib mengingat teladan Nabi, yaitu semuanya dilandasi rasa kasih sayang, dengan menyentuh hati umat, bukan dengan paksaan dan kekerasan. Demi kejayaan Islam, umat Islam di manapun seyogyanya menghindarkan dari segala bentuk tindakan dan perilaku yang dapat melunturkan dan merusak citra Islam,” kata Wapres dalam sambutannya.

Wapres juga berpesan kepada MTA supaya dalam berdakwah mencontoh sikap Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah.

“Begitu pula dengan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) yang merupakan lembaga da’wah dalam menyiarkan Islam. Mari kita tauladani apa yang telah dilakukan Rasulullah SAW. Beliau dengan kesabaran, kelembutan, kasih sayang, dan penuh rasa persaudaraan menyampaikan pesan dan ajakan kepada umat manusia untuk dapat menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya. Dengan pendekatan seperti itu, beliau berhasil,” kata Wapres.

Diakhir sambutannya, wapres menyambut gembira dan berbangga hati atas kemajuan yang dicapai oleh MTA Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Demikianlah sambutan saya. Kita semua menyambut gembira dan berbangga atas kemajuan yang dicapai oleh Majelis Tafsir Alqur’an. Saat ini Majelis telah memiliki 429 cabang dan perwakilan di seluruh penjuru tanah air. Untuk itu saya sampaikan selamat, Semoga apa yang kita lakukan bersama senantiasa mendapat berkah dan ridho Allah SWT,” pungkas Wapres.

Dalam kesempatan itu Wapres Boediono menyaksikan pengesahan 128 perwakilan dan cabang baru MTA di seluruh penjuru tanah air mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Palembang, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, seluruh Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Di kesempatan lain, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Kol. Inf (Purn) Ide Zakaria mengatakan bahwa ia sangat bersyukur dengan terselenggaranya acara Silatnas MTA 2013. Dia juga berharap untuk kedepannya MTA bisa menjadi organisasi yang besar.

“Saya juga bersyukur acara MTA kemarin telah berjalan lancar, semua itu berkat ridho Allah serta kerja keras warga MTA. Saya yakin kedepan MTA akan tumbuh sebagai organisasi besar,” katanya melalui pesan singkat kepada kontributor Muslimdaily.net, Selasa (17/09).