Eskalasi Perang Antara Sunni-Syiah Meningkat di Irak

Bagdad (voa-islam.com) Konflik antara Sunni-Syiah di Irak terus meningkat, dan akhirnya menjadi perang terbuka. Seluruh wilayah Irak sekarang terjadi perang antara kelompok Sunni-Syiah, sejak pasukan Amerika Serikat meninggalkan Irak.

Sekarang, pemerintah Irak yang dipimpin tokoh Syiah di bawah Perdana Menteri Nuri al-Maliki, bekerjasama dengan intelijen Amerika Serikat melakukan pembersihan terhadap kelompok-kelompok Sunni di Irak.

Nur Al Maliki bukan hanya mengeliminir tokoh-tokoh Sunni di dalam pemerintahan Irak, tetapi juga melakukan pembunuhan terencana terhadap tokoh-tokoh Sunni di Irak.

Sementara itu, sebuah masjid Sunni di Irak diledakkan. Menurut sejumlah saksi mata mengatakan pelaku meledakkan bom ketika imam menyampaikan khotbah Jumat, 23/8/2013.

“Saya duduk di dekat imam dan masjid penuh dengan jamaah ketika terdengar ledakan hebat. Suasana kemudian berubah gelap,” kata Omar Mundhir, yang menderita luka-luka di bagian kaki.

“Yang saya tahu kemudian adalah saya berada di halaman rumah sakit dengan para korban luka lainnya,” ungkap Mundhir.

Sadiq al-Husseini, pejabat di Provinsi Diyala, mengatakan semua korban adalah warga sipil dan mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Perang Sunni-Syiah Terus Meningkat

“Teroris menyerang dengan tidak pandang bulu di Diyala ini. Mereka menyerang masjid Syiah, masjid Sunni, prosesi pemakaman hingga pertandingan sepak bola,” kata al-Husseini kepada kantor berita Associated Press.

“Mereka ingin mengobarkan konflik sektarian di Diyala,” tambahnya.

Masjid tersebut menambah panjang daftar masjid yang menjadi sasaran serangan dalam beberapa pekan terakhir. Menurut PBB lebih 2.500 warga Irak tewas dalam berbagai kasus kekerasan sejak April lalu

Peningkatan kekerasan terjadi di tengah ketegangan antara komunitas Syiah dan Sunni di Irak. Kalangan Sunni mengklaim mereka dipinggirkan oleh pemerintah Perdana Menteri Nouri Maliki, yang berasal dari kelompok Syiah. mshd/hh