Relawan HASI Berlindung Dari Serangan Udara Rezim Syi’ah

Lattakia, Suriah, (An-Najah.net)- Serangan-serangan yang semakin intens dilakukan oleh rezim Asad terhadap rakyat Suriah, terkhusus wilayah Salma, Jabal Akrod, dimana beberapa waktu banyak wilayah yang sudah ditaklukkan oleh para pejuang, menunjukkan betapa murkanya rezim Asad. Hal ini nampak dari peralatan militer yang diturunkan untuk menghabisi umat Islam dan para pejuang yang masih tinggal didalamnya, seperti Tank, Pesawat tempur MiG, Sukhoi, juga tidak ketinggalan Birmil yaitu sebuah tong yang diisi dengan 200 hingga 500 Kg TNT dan dipenuhi dengan potongan-potongan besi, baja, pipa dan lain sebagainya dari bahan-bahan padat. Senjata ‘berat’ murah meriah dengan efek yang luar biasa. Dapat meruntuhkan gedung enam lantai dan membunuh manusianya karena menyebarnya pecahan-pecahan benda padat tadi mencari mangsanya.

Dan untuk yang satu ini (birmil), tidak banyak yang dapat dilakukan oleh para pejuang kecuali menyelamatkan diri dengan mencari tempat perlindungan. Adapun yang dimaksud tempat perlindungan adalah sebatas lorong atau koridor selebar satu meter (atau kurang) yang memisahkan antara satu ruang kamar dengan kamar lainnya. Hal ini disebabkan karena keterbatasan persenjataan yang dimiliki oleh para pejuang Suriah. Mereka tidak memiliki senjata anti pesawat maupun persenjataan yang mampu menembakkan pelurunya hingga lebih dari satu kilometer ke udara. Karena Birmil ini dibawa dengan helikopter dan dijatuhkan dari ketinggian 1-3 km diatas udara.

Tidak Dapat Bekerja Maksimal
Serangan yang tiada henti dilancarkan oleh rezim Asad ke wilayah RSL Salma ini menyebabkan terhambatnya beberapa program kerja kami dilapangan. Seperti mengadakan pengobatan keliling ke desa-desa yang sudah dibebaskan oleh para pejuang, mengunjungi korban kezaliman rezim Asad, memberikan santunan dan lain sebagainya. Hal ini karena dokter Romi Habib selaku direktur RSL Salma dan penanggung jawab keberadaan kami selama berada di Salma tidak memperkenankan kami meninggalkan RSL khawatir akan keselamatan kami semua. Dan kami menghargai keputusan beliau.

Oleh sebab itu kami lebih banyak berada di RSL Salma membantu para medis untuk menangani korban kezaliman rezim Asad yang terluka. Dan kami bersyukur banyak bertemu korban pertempuran yang notabene mereka adalah para pejuang yang menginginkan agama Allah tegak di bumi Syam, sehingga kami banyak menemui karomah (keajaiban) yang boleh jadi tidak kami dapati di bumi manapun. Doakan agar tim kedelapan ini diberi kesabaran oleh Allah dan keteguhan untuk tetap berbuat karena Allah. Amin. Abu Abdillah/HASI