Imam Masjidil Haram Syaikh Shuraim Serukan Umat Muslim Dukung Pejuang Suriah

DUBAI (voa-islam.com) – Seorang ulama senior dan juga imam Masjidil Haram di kota suci Makkah, Syaikh Sa’ud Ash Shuraim mendesak kaum Muslimin pada hari Jumat untuk mendukung pejuang oposisi Suriah dengan “segala cara”, sebuah seruan terbaru dalam serangkaian serangan retoris terhadap Presiden Bashar Al Assad yang mencerminkan meningkatnya ketegangan sektarian di Timur Tengah.

Seruannya datang pada saat momentum di medan perang telah bergeser ke pihak Assad, hanya beberapa bulan setelah analis menulis Assad akan jatuh, membuat prospek penggulingan cepat atas Assad dan mengakhiri perang sipil Suriah masih terlihat jauh dalam waktu dekat.

Pemberontakan terhadap Bashar Al-Assad, berasal dari sekte minoritas Syi’ah Alawit Suriah, yang didukung Iran, telah berubah menjadi semakin sekterian sejak intervensi terbuka militan Syi’ah bersenjata Libanon, Hizbullah di sisi Assad pada bulan lalu.

Dalam khotbah untuk jamaah di Masjidil Haram di Makkah Arab Saudi, Syaikh Sa’ud Ash-Shuraim mengecam Bashar Al-Assad sebagai tiran yang pasukannya telah memperkosa para wanita, membunuh anak-anak dan menghancurkan rumah-rumah selama dua tahun terakhir.

“Semua itu menempatkan di bahu kita masing-masing bagian dari tanggung jawab di hadapan Allah, para pemimpin, penguasa, ulama, reformis, pemikir dan orang-orang, untuk mengambil sikap bersatu dan sadar terhadap (tindakan keras) gila pada saudara-saudara kita di Suriah, “kata Shuraym dalam siaran khotbah di televisi negara Saudi, sebagaimana dilansir Gulf News.

“Demi Allah…, saudara-saudara kita membutuhkan lebih banyak upaya dan tekad untuk diberikan untuk menghapus ketidakadilan dan agresi tanpa ampun dengan segala cara dan tanpa pengecualian,” katanya kepada para jamaah. “Kami mengatakan kepada saudara-saudara kita di Suriah untuk bersabar.”

Komentar Shuraym kontras dengan sikap apolitis yang biasanya diambil dalam khotbah oleh para penceramah Saudi, yang biasanya mencerminkan garis pemerintah dalam ucapan-ucapan publik mereka.

Pekan lalu, misalnya, para pengkhotbah Arab berfokus pada isu-isu sosial, membatasi referensi untuk Suriah biasanya memohon kepada Allah untuk membantu mereka yang menderita dalam kondisi mengerikan.

Dalam khotbahnya pada hari Jumat, Shuraim tidak menentukan bantuan apa yang Muslim harus berikan untuk warga Suriah. Tapi kerajaan Arab Saudi sebelumnya telah menyerukan untuk menyediakan para pejuang oposisi yang minim persenjataan dengan senjata.

Setelah milisi Hizbullah mencoba membantu pasukan Al Assad merebut kembali kota perbatasan Qusayr bulan ini dari pejuang oposisi, tokoh Sunni berpengaruh yang berbasis di Qatar Syaikh Yusuf Al Qaradawi mengumumkan ia telah berhenti mendukung rekonsiliasi Sunni-Syiah dan sekarang menyerukan jihad di Suriah.

Seruannya kemudian disahkan oleh kongres terkemuka ulama Sunni yang bertemu di Kairo pada hari Kamis untuk membahas situasi di Suriah. (st/gn)