Ditemukan Dokumen Kampanye Hasutan Otoritas Palestina di Kairo

YOGYAKARTA, Selasa (SahabatAlAqsha.com): Sejumlah dokumen berisi skenario yang dibuat oleh Fatah untuk menghasut Kairo melawan Hamas ditemukan di Kairo. Dokumen-dokumen itu mengkonfirmasi bahwa Otoritas Palestina menggunakan media massa Mesir untuk menyebarkan berita bohong tentang Hamas.

Seperti dikutip dari kantor berita PIC (Palestinian Information Center), dokumen tersebut mengungkapkan sejumlah persiapan yang dilakukan baru-baru ini oleh pejabat senior Otoritas Palestina untuk menghasut Mesir terhadap Hamas selama kunjungan Presiden Mahmoud Abbas ke Kairo.

Di antara dokumen tersebut ada dua dokumen yang ditandatangani oleh koresponden tertanggal 24 Juli. Dokumen yang satu ditandatangani oleh kepala propaganda dan kantor media di Kairo, Jihad Harrazin dan sekretaris jenderal kepresidenan Otoritas Palestina di Ramallah, Attayeb Abdul-Rahim. Satunya lagi ditandatangani oleh direktur badan intelijen Otoritas Palestina di Tepi Barat Majed Faraj.

Pejabat senior Hamas, Salah Al-Bardawil telah mengkonfirmasi bahwa Hamas memiliki akses terhadap ratusan dokumen yang menunjukkan keterlibatan Otoritas Palestina dan Abbas dalam upaya menghasut Kairo agar membenci Hamas.

“Kami telah menerima mungkin ratusan dokumen tentang berita-berita bohong yang disebarkan media Mesir yang menuduh Hamas terlibat dalam kondisi saat ini di Mesir. Dan kami mengetahui sumber dari berita-berita itu serta bagaimana mereka mengarang berita itu lalu dikirim ke media Mesir,” ujar Bardawil kepada situs Al-Risala Net.

Ia melanjutkan, “Yang paling mengagetkan, kampanye hasutan melawan Hamas ini dipelopori oleh Mahmoud Abbas sendiri dengan dibantu Attayeb Abdul-Rahim dan Majed Fara. Mereka memiliki sarang di Kairo yang dioperasikan oleh Jihad Harrazin, termasuk Bashir Abu Hata, Ahmed Mansour Dagmash dan duta besar Otoritas Palestina Barakat Al-Farra serta bekerja sama dengan beberapa jurnalis dari Jalur Gaza dan Tepi Barat.”

Bardawil menambahkan, kunjungan Abbas ke Kairo ditunjukan untuk menghasut pemerintah Mesir dengan menuduh Hamas bertanggung jawab atas pembunuhan 16 serdadu Mesir di Sinai.*