Qasam (Sumpah) dalam Al-Qur’an

Definisi dan sighat Qasam:

Aqsam adalah bentuk jamak dari qasam yang bermakna Al Hilf dam Al Yamin yang berati sumpah. Qasam di definisikan sebagai “mengikat jiwa agar tidak melakukan sesuatu, dengan suatu makna yang dipandang besar, agung, baik secara hakiki maupun secara I’tiqadi, oleh orang yang bersumpah itu. Dikatakan Yamin karena orang arab ketika bersumpah menggunakan tangan kanan.

Faidah Qasam dalam Al Qur’an

1. Apabila mukhatab khaliyu zihni ( berhati kosong) maka penyampaian dengan ta’kid. Penggunaan ini dinamakan ibtida’i

2. Apabila mukhatab ragu-ragu terhadap kebenaran, maka untuknya sebaiknya di perkuat dengan suatu penguat guna menghilangkan keraguan.

3. Bila mukhatab ingkar. Maka harus di sertai penguat sesuai dengan kadar keingkarannya.

Muqsam bih dalam Qur’an

· Allah bersumpah dengan dzat-Nya yang kudus dan mempunyai sifat-sifat khusus, ataau dengan ayat-ayatNya yang memantapkan eksiktensi dan sifat-sifatnya. At taghabun: 7. saba’ : 3 dan yunus : 53.

· Dan Ia juga bersumpah dengan sebagian makhluk-Nya yang besar. Maryam: 68 . Al Hijr : 92. An iNsa: 65 . Al Ma’arij: 40 . As Syams : 1-7 . Al Fajr : 1- 4 . At Tin : 15 dan At Takwir : 15, serta Al Lail : 1-3

Macam-macam Qasam

a) Dhahir, ialah sumpah yang di dalamnya disebutkan fiil qasam dan muqsam bihi.

b) Mudmar, yaitu yang di dalmya tidak di jelaskan fiil qasam dan tidak pula Muqsam bihi, tetapi ia ditunjukan oleh Lam taukid.

Hal ihwal muqsam ‘Alaih

1. Tujuan qasam adalah untuk mengukuhkan dan mewujudkan muqsam alaihi (jawab qasam, pertanyaan yang karena qasam di ucapkan ).

2. Jawab qasam pada umumnya disebutkan, namun terkadang juga di hilangkan.

3. Fiil Madzi musbat mutasarif yang tidak didahului mafulnya apabila ia menjadi qasam, harus disertai dengan “lam dan qad”.

4. Allah bersumpah atas (untuk menetapkan) pokok-pokok keimanan yang wajib diketahui makhluq.

5. Qasam itu ada kalanya jumlah khabariyah, dan inilah yang paling banyak. As dzariyat : 23.

Qasam dan syarat

Apabila qasam dan syarat berkumpul di dalam suatu kalimat, sehingga yang satu masuk kedalam yang lain, maka unsur kalimat yang menjadi jawab adalah bagian yang terletak lebih dahulu dari keduanya. Baik qasam maupun syarat, sedang jawab dari yang terletak kemudian tidak di perlukan apabila qasam mendahului sayatat, maka unsur yang menjadi adalah bagi qasam, dan jawab qasam tidak diperlukan lagi.

Beberapa fiil yang berfungsi sebagai Qasam

Beberapa fiil dapat difungsikan sebagai qasam bila konteks kalimatnya menunjukan makna qasam. Sebagaimam firman Allah Ali Imran : 187, lam disini adalah lam qasam. Juga pada surat al baqarah : 83,84 dan an nur 55.

Sumber: Diringkas oleh tim redaksi alislamu.com dari Manna’ Al-Qaththan, Mabaahits fie ‘Uluumil Qur’aan, atau Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, terj. H. Aunur Rafiq El-Mazni, Lc. MA (Pustaka Al-Kautsar), hlm. 364 – 375.