Ulama Al Areefe Ke London, Penganut Syiah ‘Kepanasan’ di Inggris

Eramuslim.com – Ulama Saudi, Mohammad Al-Arefe telah tiba di London awal bulan ini.

Kedatangannya mengunggah kalangan Muslim Inggris selama khotbahnya untuk mengobarkan apa yang terjadi di Suriah, kekejaman Rezim Assad atas Muslim di Suriah.

Awal bulan ini, Arefe menyampaikan khotbah di Mesir, di mana ia menyerukan umat Islam Sunni untuk bergabung dengan Jihad di Suriah melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Bulan lalu, payung Dewan Muslim Inggris (MCB) memperingatkan terhadap sektarianisme bagi yang mengikuti pawai sekelompok Salafi terhadap Syiah di Inggris.

Para demonstran, yang dipimpin oleh tokoh Anjem Choudary, membawa spanduk mengecam Syiah .

Ketegangan telah tumbuh antara Sunni dan Syiah atas kekerasan berdarah Assad terhadap Muslim yang anti-rezim di Suriah, yang menewaskan lebih dari 93.000 orang tewas.

Bahkan Syiah Iran dan Hizbullah Lebanon ikut berpartisipasi mendukung Perang dipihak rezim Assad.

Para ulama Saudi termasuk Al Areefe berbicara di Masjid Al Mutada di London akhir pekan ini.

Kedatangan Muhammad Al Areefe tentunya menjadi kekesalan tersendiri bagi penganut Syiah di Inggris, bahkan menyebutkan Ulama Al Areefe hanyalah ‘menikmati liburan’ di Inggris setelah membuat ceramah ‘panas’ untuk berjihad di Suriah .

“Komunitas Muslim Inggris kecewa dan sangat prihatin dengan kedatangan Mohammad Al-Arefe,” kata dosen Irak Mohammad Al-Hilli, seorang penganut Syiah.

Dia berpendapat bahwa khotbah Saudi itu bertujuan untuk mengobarkan ketegangan sektarian antara Muslim dan Syiah.

“Kehadiran Al-Arefe di Inggris akan berdampak negatif terhadap ko-eksistensi damai antara komunitas Muslim, yang kini menghadapi banyak tantangan,” katanya. Tambah Al Hilli.

“Dia dijadwalkan untuk berbicara di beberapa masjid dan Islamic center, dan tidak diragukan lagi upayanya untuk membangkitkan ketegangan di antara masyarakat.

“Komunitas Muslim sangat mencela kehadirannya di negara ini dan meminta pemerintah untuk mengambil tindakan untuk memastikan Al-Arefe segera meninggalkan Inggris dan tidak diizinkan masuk lagi.” Ujar al Hilli sebagai salah satu tokoh Syiah di Inggris.