Evakuasi Berlangsung Di Myanmar, Umat Islam Menolak

Islampos.com – PIHAK berwenang di Myanmar pada Rabu kemarin (15/5/2013) berusaha mengevakuasi puluhan ribu orang, sebagian besar dari mereka adalah Muslim Arakan, sebelum badai mencapai kamp pengungsi di daerah dataran rendah yang menjadi rumah mereka sejak kerusuhan etnis dan agama tahun lalu.

Badai Mahasen telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan menelantarkan 3.881 orang di wilayah Sri Lanka dan sekitarnya.

Badai yang bergerak ke utara di atas Teluk Benggala dan diperkirakan akan mencapai daratan hari Jumat besok, menghantam wilayah utara dari Chittagong di Bangladesh.

Pemerintah Myanmar telah merencanakan untuk memindahkan 38.000 orang terlantar, sebagian besar dari mereka Muslim, Selasa lalu namun banyak yang menolak untuk pindah dari kamp-kamp pengungsi di negara bagian Rakhine di barat negara itu, khawatir adanya niat buruk pihak berwenang.

Setidaknya 192 orang tewas pada bulan Juni dan Oktober tahun lalu dalam kekerasan antara warga Buddha dan Muslim Rohingya, yang ditolak kewarganegaraan oleh pemerintah di Myanmar serta dianggap oleh banyak umat Buddha merupakan imigran dari Bangladesh.

Di sebuah kamp dekat laut di pinggiran Sittwe, ibukota negara bagian Rakhine, beberapa warga Muslim mengatakan kepada Reuters mereka lebih suka binasa dalam badai daripada mengungsi dari wilayah tersebut.

“Kami tiba di sini tahun lalu karena bentrokan antara umat Muslim dan warga Buddha. Saya kehilangan segalanya. Baik ibu saya dan dua anak perempuan saya meninggal,” kata Hla Maung, 38 tahun, seorang Muslim.

“Jika badai menghantam di sini, saya akan berdoa kepada Allah. Semua orang di sini ingin mati dalam badai karena kami kehilangan segalanya tahun lalu.”