Makki dan Madani

Pada Zaman Jahiliyah, masyarakat sedang dalam keadaan “buta” dan “tuli”, menyembah berhala, mempersekutukan Allah, mengingkari wahyu, dan mendustakan Hari Akhir.

Merekah ahli perang, suka bertengkar, suka membantah dengan kata-kata yang keras, sehingga wahyu ayat-ayat Makkiyah juga berupa goncangan-goncangan yang mencekam, menyala-menyala seperti api yang memberi tanda bahaya disertai argumentasi sangat tegas dan kuat. Semua ini dapat menghancurkan keyakinan mereka pada berhala, kemudian mengajak mereka kepada agama tauhid.

Ayat-ayat Madaniyah yang panjang-panjang membicarakan hukum-hukum Islam serta ketentuan-ketentuannya. Ia mengajak berjihad dan berkorban di jalan Allah, kemudian menjelaskan dasar-dasar dan perundang-undangan, meletakkan kaidah-kaidah kemasyarakatan, mengatur hubungan pribadi, hubungan internasional dan antarbangsa. Ia juga menyingkapkan aib dan isi hati orang-orang munafik, berdialog dengan Ahli Kitab dan membungkam mulut mereka. Inilah ciri-ciri umum ayat-ayat Al-Qur’an yang Madaniyah.

Mengetahui Makki dan Madani

Untuk mengetahui makki dan madani bisa ditempuh dengan dua cara yaitu:

1. Manhaj sima’I an Naqli. Disandarkan pada hadist yang shahih dari para shahabat yang hihup pada saat menyaksikan turunnya wahyu, dari para tabien yang menerima dan mendengan rkan dari para shakhabat.( sebagian besar manhaj ini digunkan ).

2. Manhaj Qiyasi ijtihadi bersandar pada ciri makki dan madani.

Perbedaaan antara Makki dan Madani:

1. Dari segi waktu turunnya.

2. Dari segi tempat turunnya.

3. Dari segi sasarannya.

Ciri khas ketentuan dari maki dan madani:

A. Makki

a) Setiap surah yang didalamnya mengandung “Sajadah“.

b) Setiap surat yang mengandung lafadz kalla, lafadz ini hanya ada pada separuh terakhir dari Al Quran, sedangkan ini disebutkan dalam alquran hanya 33x dalam lima belas surat.

c) Setiap surat yang ada lafadz ” Ya Ayuhannas” dan tidak ada surat mengandung ” Ya Ayuhalladzi Naaamanu“, Kecuali surat Al Hajj.

d) Setiap surat yang mengandung kisah para nabi dan umat umat terdahulu, kecuali Surat al baqarah.

e) Setiap surat yang dibuka dengan huruf singkatan seperti alif laaam miiim kecuali Al Baqarah dan Al Imran, sedangkan Ar Ra’du masih diperselisihkan.

f) Setiap surat yang mengandung kisah Adam dan Iblis kecuali surat Al Baqarah.

Dari segi ciri khas:

1. Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepad Allah.

2. Peletakan dasar umum bagi perundangan dan akhlak mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat.

3. Menyebutkan kisah para Nabi dan umat terdahulu sebagai pelajaran bagi mereka sehingga mengetahui nasib bagi yang mendustakannya.

4. Suku katanya pendek disertai kata-kata yang mengesankan.

B. Madani

1. Setiap surat berisi kewajiban, had.

2. Yang disebutkan orang munafik adalah Madani kecuali Al Ankabut.

3. Yang didalamnya ada dialog dengan Ahli Kitab.

Dari segi ciri khas:

1. Menjelaskan ibadah dan muamalah had kelaurga, warisan, jihad, hubungan sosila, internasional.

2. Seruan terhadap Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani dan ajakan kepada mereka untuk masuk islam.

3. Menyingkap perilaku orang munafik suku kata dan yatnya panjang dan dengan gaya bahasa yang memantapkan syariat serta menjelaskan tujuannya.

Yang terpenting dipelajari para ulama dalam pembahasan ini adalah :

1. Yang diturnkan dimakkah.

2. Di Madinah.

3. Yang diperselisihkan.

4. Ayat makiyah dalam surat madaniyah.

5. Ayat madaniyah dalam surat makiyah

6. Yang diturunkan dimakkah sedangkan hukumnya madani

7. Di madinah diturunkan dimakkah

8. Yang serupa dengan yang yang diturunkan di Makkah dalam kelompok Madani.

9. Di Madinah dalam kelompok Makki.

10. Yang dibawa dari makkah ke Madinah.

11. Yang dibawa dari madinah ke Makkah.

12. Yang turun di musim panas dan di musim dingin.

13. Di waktu siang dan di waktu malam.

14. Yang turun waktu menetap dan waktu dalam perjalanan.

Pendapat tentang :

• Bilangan surah makki ( 82).

• Madani ( 20: Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa’, Al Maidah, Al Anfal, At Taubah, Annur Al Ahzab, Muhammad, Al Fath, Al Hujurat, Al Hadid, Al Mujadalah, Al Hasyr, Al Mumtahanah, Al Jumuah, Al Munafiqin, At Talaq, At Tahrim, An Nashr ) dan,

• Yang diperselisihkan ( 12 yaitu: Al Fatihah, Ar Ra’du, Ar Rahman, As Saff, At Taghabun, At Tatfif, Al Qadar, Al Bayyinah, Az Zalzalah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Nass).

Faedah Mengetahui Makkiyah dan Madaniyah

a. Untuk dijadikan alat bantu dalam menafsirkan Al-Qur’an, sebab pengetahuan mengenai tempat turun ayat dapat membantu memahami ayat tersebut dan menafsirkannya dengan tafsiran yang benar, sekalipun yang menjadi pegangan adalah pengertian umum lafaz, bukan sebab yang khusus.

b. Meresapi gaya bahasa Al-Qur’an dan memanfaatkannya dalam metode berdakwah menuju jalan Allah, sebab setiap situasi mempunyai bahasanya tersendiri.

c. Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Al-Qur’an, sebab turunnya wahyu kepada Rasulullah sejalan dengan sejarah dakwah dan segala peristiwa yang menyertainya, baik pada periode Makkah maupun periode Madinah.

Sumber: Diringkas oleh tim redaksi alislamu.com dari Manna’ Al-Qaththan, Mabaahits fie ‘Uluumil Qur’aan, atau Pengantar Studi Ilmu Al-Qur’an, terj. H. Aunur Rafiq El-Mazni, Lc. MA (Pustaka Al-Kautsar), hlm. 59 – 77.