Asbabun Nuzul Surah Yaasiin

Ayat 1-2, yaitu firman Allah ta’ala

“Yaa siin. Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah.” (Yaasiin: 1-2)

Sebab Turunnya Ayat

Abu Nu’aim dalam kitab ad-Dalaa’il meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, “Dahulu, Rasulullah pernah membaca surah as-Sajdah dengan suara keras. Hal itu membuat orang-orang kafir Quraisy marah sehingga mereka bermaksud mencelakakan beliau. Akan tetapi, tiba-tiba tangan-tangan mereka menjadi terbelenggu kaku di leher (tidak dapat digerakkan) dan pandangan mereka menjadi gelap sehingga tidak dapat melihat. Mereka lantas berbondong-bondong mendatangi Nabi saw. dan berkata, ‘Wahai Muhammad, kami memohon kepadamu dengan nama Allah dan hubungan kekerabatan di antara kita (agar engkau menolong kami mengembalikan keadaan kami.’ Rasulullah lalu berdoa sehingga keadaan mereka kembali seperti semula. Setelah itu, turunlah ayat, ‘Yaasiin. Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah, ‘ hingga ayat 10, “Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga.'” Ibnu Abbas berkata, “Sayangnya, tidak seorang pun di antara orang-orang tadi yang lantas beriman kepada Rasulullah.”

“Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.(Yaasiin: 8)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah yang berkata, “Suatu hari, Abu Jahal berkata, ‘Jika saya bertemu dengan Muhammad niscaya saya akan mencelakakannya.’ Allah lantas menurunkan ayat, ‘Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka,…’ sampai ayat 9, ‘…Sehingga mereka tidak dapat melihat.’ Ketika orang-orang kafir Quraisy mengatakan kepadanya, ‘Itu Muhammad! Itu Muhammad!” Abu Jahal justru balik berkata, ‘Mana dia! Mana dia!’ Ia tidak bisa melihat Rasulullah.”

Ayat 12, yaitu firman Allah ta’ala,

“Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).” (Yaasiin: 12)

Sebab Turunnya Ayat

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan suatu riwayat yang dinilainya hasan dan dinilai shahih oleh Imam al-Hakim dari Abu Said al-Khudri yang berkata, “Bani Salamah tingal di pinggir kota Madinah. Suatu hari, mereka ingin pindah ke suatu tempat di dekat Masjid Nabawi. Akan tetapi, tidak lama kemudian turunlah ayat ini. Setelah ayat turun, Rasulullah berkata kepada mereka, ‘Sesungguhnya bekas jalan yang kalian lalui akan dicatat.’ Oleh karena itu, janganlah pindah!'”

Imam ath-Thabrani juga meriwayatkan hal serupa dari Ibnu Abbas.

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 474 – 475.