Asbabun Nuzul Surah al-Qiyaamah

Ayat 16, yaitu firman Allah ta’ala,

“Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.” (al-Qiyaamah: 16)

Sebab Turunnya Ayat

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, “Sebelumnya, jika turun wahyu maka Rasulullah langsung menggerakkan lidahnya dengan maksud segera menghafalnya. Allah lalu menurunkan ayat ini.” (512)

Ayat 34-35, yaitu firman Allah ta’ala,

“Celakalah kamu! Maka celakalah! Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!” (al-Qiyaamah: 34-35)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir meriwayatkan dari al-‘Ufi dari Ibnu Abbas yang berkata, “Ketika turun ayat 30, ‘Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga),” Abu Jahal berkata kepada orang-orang Quraisy, ‘Celaka kalian! Ibnu Abi Kabsyah mengatakan kepada kalian bahwa para penjaga jahanam itu berjumlah sembilan belas, sementara kalian adalah orang-orang yang paling kuat. Mungkinkah sepuluh orang dari kalian tidak mampu mengalahkan satu dari penjaga jahanam itu?!’ Rasulullah lalu mengatakan kepadanya, ‘Celakalah kamu! Maka celakalah! Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!'”

Imam an-Nasa’i meriwayatkan dari Said bin Jabir bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang ayat, “Celakalah kamu! Maka celakalah! Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!’ yaitu apakah ucapan itu berasal dari Nabi saw. sendiri ataukah Allah yang menyuruh beliau mengucapkannya. Ibnu Abbas menjawab, “Ucapan itu pertama kali berasal dari Nabi saw. lalu Allah menurunkannya (kata-kata yang sama).”

512. Shahih Bukhari, kitab at-Tafsiir, hadits nomor 4929.

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 607 – 608.