Gereja Katolik Wajibkan Jemaatnya Bayar Pajak, Jika Tidak Jenazahnya Tak Diurusi

Jerman (SI ONLINE) – Gereja Katolik Jerman menolak melayani upacara pemakaman terhadap jenazah jemaatnya yang tidak membayar pajak buat gereja.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (26/9/2012), Keuskupan Jerman memberlakukan kebijakan baru bagi orang yang tidak membayar pajak tambahan sebesar delapan persen dari pendapatannya ke gereja, dianggap bukan penganut Katolik lagi.

Keputusan itu membuat semua orang di Jerman wajib membayar pajak jika ingin beribadah baik itu di gereja Katolik atau Protestan, bahkan di tempat ibadah Yahudi. Takhta Suci Vatikan mendukung aturan baru itu.

Jumlah jemaat gereja Katolik Roma di Jerman turun selama dua dekade terakhir dari 28,3 juta ke 24,6 juta orang atau sekitar 30,2 persen dari jumlah penduduk di negara itu.

Hal ini sebagai protes terhadap gereja yang tidak mampu menangani kasus pedofilia di lembaga mereka. Dua tahun lalu, 182 ribu orang meninggalkan gereja, meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya.

Dengan kebijakan baru ini, tiap penganut Katolik tidak boleh meninggalkan gereja. Mereka boleh menikah dengan syarat bersumpah sebagai Katolik dan bakal menjadikan anak-anak mereka mengikuti keyakinan orang tua.