Salam “Godbye” Foke Saat Peletakan Batu Pertama Gereja Santo Maria

Jakarta (VoA-Islam) – Sangat disayangkan, di akhir masa jabatannya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengucapkan salam perpisahan bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Santo Maria Vianney, Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa (25/9/2012) lalu. Dia berpesan warga Jakarta tetap menjaga keharmonisan dalam keberagaman.

Selama lima tahun masa jabatannya di DKI, Foke memuji apresiasi dan kontribusi warga Katolik bagi pembangunan Jakarta. “Kita bersyukur hari ini bisa bersilaturahim. Mudah-mudahan ini awal dari kegiatan besar, dan kegiatan ini yang membawa kita pada maksud dan tujuan pembangunan gereja ini,” ucap Foke.

Seperti diberitakan Kompas, rencananya, Gereja Santo Yohanes Maria Vianney tersebut akan didirikan di tanah seluas 6.000 meter persegi, di Jalan Bambu Wulung, RW 03, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Gereja yang pembangunannya telah direncanakan selama lima tahun terakhir itu diperkirakan menampung 6.000 umat.

Pembangunan gereja yang meliputi lima kelurahan di Cipayung tersebut juga sempat mendapat tentangan dari warga sekitar. Upaya warga yang menentang itu pun masih terjadi hingga kini. Meski demikian, karena proses administrasi telah memenuhi syarat, pembangunan pun tetap dilakukan sambil tetap melakukan sosialisasi.

Turut hadir dalam acara tersebut, Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo; Wali Kota Jakarta Timur Murdhani; Pastur Kepala Gereja, Yohanes Hadi; Ketua Panitia Pembangunan, Mayjen (purn) YP Wiriawan; serta arsitek pembangunan gereja, Yasin.

Foke juga menyampaikan salam terakhirnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia mengatakan, ketidaksempurnaan itu miliknya semata-mata, dan kesempurnaan hanya milik Allah. Jakarta harus lebih maju, harus lebih baik, dan lebih nyaman.
Dalam perpisahannya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pamitan kepada ratusan pegawai negeri sipil di Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Ia meminta maaf jika selama kepemimpinannya terdapat hal yang menyinggung perasaan anak buahnya tersebut. “Hari ini enggak ada arahan, hanya mau pamit. Jika ada yang kena omel, saya minta maaf. Kinerja pemda harus lebih baik di waktu yang akan datang,” ujar Foke kepada wartawan.

Dalam rapat paripurna kemarin, Rabu (26/9), Foke juga menyampaikan salam perpisahannya kepada anggota DPRD DKI Jakarta. Rapat paripurna Fauzi Bowo di DPRD DKI Jakarta ini adalah rapat terakhir Cagub yang mengalami kekalahan dalam pemilihan Gubernur Jakarta Putara Kedua.

Terlihat, pada akhir rapat paripurna, suasana “perpisahan” itu semakin mengharukan. Para pimpinan DPRD DKI Jakarta yang terdiri dari Ferrial Sofyan selaku Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Sayogo sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P, dan Inggard Joshua sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Golkar bersalaman dan memeluk Foke dengan erat.

Sejumlah anggota Dewan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. “Selama perjalanan lima tahun (2007-2012) menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta, Foke telah banyak menghasilkan kebijakan yang berguna bagi kemajuan pembangunan Ibu Kota. Ini rapat paripurna Bapak Fauzi yang terakhir. Banyak kebijakan yang kita putuskan bersama untuk kemajuan DKI Jakarta,” kata Idrus, salah seorang anggota dewan dari fraksi democrat. (desas)