Penganut Syiah Husein bin Hamid Al Attas Ditantang Mubahalah!

JAKARTA (VoA-Islam) – Akhir- akhir ini keberadaan aliran sesat semakin merisaukan umat islam di indonesia. Diantara aliran sesat tersebut ada yang berani terang terangan seperti Ahmadiyah, JIL atau yang masih taqiyyah seperti Syiah.

Diantara penyebar fikroh Syiah, tetapi ia enggan disebut dirinya penganut Syiah adalah Husein bin Hamid Alattas, ustadz yang menjadi pengisi rutin di Radio Silaturahmi (Rasil). Ustadz ini sangat dominan dan leluasa menyebarkan fikroh Syiahnya lewat media tersebut.

Tetapi anehnya ia tidak pernah mengakui dirinya sebagai Syiah.Bahkan ia berani mengajak ber-mubahalah terhadap siapa saja yang menuduhnya Syiah. Diantara pemikiran sesat Syiah yang dibawa oleh Husein bin Hamid Alattas antara lain: Mencaci secara terang-terangan beberapa sahabat Rasulullah Saw seperti Muawiyah ra, dan Abu Sufyan ra. Kemudian, menuduh secara halus bahwa sahabat Abu Hurairah ra melakukan kecurangan dalam meriwayatkan hadits.

Sebagaimana pernyataan yang ia sampaikan di Radio silaturahmi, yakni, bagaimana Abu Hurairah yang masuk Islamnya belakangan kok bisa meriwayatkan hadist tentang kematian Abu thalib atau mengulang-ulang riwayat palsu tentang dicambuknya Abu Hurairah oleh Umar bin Khattab karena banyak meriwayatkan banyak hadist.

Cercaan lainnya adalah melaknat Marwan bin Hakam. Padahal sosok Marwan bin Hakam adalah sosok yang sangat dihormati oleh para ulama Ahlussunnah. Imam Bukhari menjadikan Marwan bin Hakam sebagai salah satu perawi hadits yang terpercaya. Para ulama juga berselisih, apakah Marwan termasuk golongan sahabat Rasulullah saw yang berumur muda atau tersemasuk pendahulu generasi tabi’in.

Selanjutnya, Husein juga melakukan “tasykik” atau upaya membuat keraguan terhadap keshahihan hadits-hadits yang ada di shahih Bukhori. Atas kesesatan dan penyebaran kesesatan yang dilakukan oleh Husein dan difasilitasi oleh radio silaturahmi, maka aktivis dakwah yang juga ahli penyakit dalam, Haidar Abdullah Bawazir menyampaikan beberapa hal:

“Kepada Husein bin Hamid Alattas dan segenap jajaran pengurus serta penyandang dana radio silaturahmi, segera bertaubatlah dan hentikanlah penyebaran kesesatan ini. Takutlah kalian kepada Allah Swt!”

Tentang Husein yang mati-matian menolak dianggap sebagai seorang penganut Syiah, bagi kami yang penting adalah dia telah menyebarkan fikroh Syiah bukan perkara dia mengaku Syiah atau bukan.

Mengingat perkara mencaci sahabat adalah perkara yang sangat besar kesesatannya dalam aqidah Ahlussunnah wal jamaah, maka Haidar meminta Husein untuk berhenti dari menyebarkan kesesatan tersebut dan mengumumkan akan taubatnya sehingga tidak membingungkan masyarakat awam.

“Apabila ia menolak untuk menghentikan upaya penyesatan tersebut, maka saya menantang Husein untuk melakukan MUBAHALAH dalam perkara: Tuduhan terhadap sahabat Abu Hurairah ra, tuduhan terhadap sahabat Muawiyah ra, tuduhan terhadap Marwan bin Hakam,” tandas Haidar Bawazir, dokter ahli penyakit dalam dan aktivis dakwah itu.

Pilihan bagi Husein hanya dua, yaitu: bertaubat atau mempertanggung jawabkan pendapatnya dengan melakukan mubahalah bila ia tidak ingin dianggap sebagai pendusta. Mudahan mudahan Allah Swt menunjuki kaum muslimin kepada jalan yang benar dan menyelamatkan kita dari kesesatan. (fayyadh)