Jika Islam Diusik, Umat Islam Siap Jihad!!!

Pontianak (VoA-Islam) – Kembali, Kabar yang diterima Voa-Islam langsung dari seorang habib di Pontianak. Malam ini, dayak kafir melakukan sweeping umat Islam di Pasar Tanjung Pura-Gajah Mada – Pontianak. Dengan biadabnya, dayak kafir itu memaksa para muslimah untuk membuka jilbabnya.

Tak mau diinjak-injak harga diri sebagai muslim, umat Islam dari berbagai etnis di Pontianak pun bersatu melakukan perlawanan terhadap perusuh (gerombolan kafir yang mengatasnamakan dayak). Dikabarkan, sudah tiga orang dayak kafir yang mati konyol (satu tewas dan dua orang lagi kritis). Sampai saat ini, tidak ada korban dari pihak kaum muslimin yang tewas maupun terluka.

Masih dalam isi SMS yang Voa-Islam terima: Ini semua buah dari ulah pemimpin dayak kafir se-Kalimantan, seperti Teras Narang (Gubernur Kalimantan Tengah), dan Cornelis (Gubernur Kalimantan Barat) yang juga Ketua Dayak Kafir se-Kalimantan, sedangkan Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat, Yacubis Kumis sudah bersikap sangat bijak dan penuh perdamaian, bahkan sudah sepakat untuk bekerjasama dengan ormas Islam se-Kalbar.

Harap pemerintah segera tangani dengan sangat serius sebelum mengkristal menjadi Perang Agama. Segera non-aktifkan gubernur rasis dan fasis: Teras Narang dan Cornelis untuk menjaga NKRI.

Percayalah, umat Islam cintai damai. Tapi ingat! jangan pernah coba-coba menganggu umat ini, apalagi mengusik kehormatannya. Patut dicatat, umat Islam seperti lebah. Jika satu lebah diganggu, maka lebah yang lain akan turut membantu. Jika semua lebah bersatu padu, pantang bagi lebah untuk mundur. Allohu Akbar!!!

Insiden Pontianak: Rezim Susi Paling Lihai Alihkan Isu Kenaikan BBM

Disaat rakyat Indonesia sedang fokus menggugat penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mendesak tumbangnya Pemerintahan SBY, tiba-tiba saja, tiada angin tak ada hujan, digulirkan peristiwa yang tak semestinya terjadi. Inilah modus basi Rezim Susi agar rakyat Indonesia tergiring opini dengan isu lain. Lagi-lagi FPI menjadi kambing hitam dan tersudutkan.

Seperti dikabarkan Voa-Islam sebelumnya, gerombolan kafir yang mengatasnamakan masyarakat dayak telah menabuh genderang perang di Kalimantan. Jika sebelumnya menantang perang FPI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kini dayak kafir itu mulai mengganggu umat Islam di Pontianak, Kalimantan Barat. Bukan tidak mungkin, akan berimbas ke seantero Kalimantan dan sekitarnya.

Bisa terbaca, siapa yang menggerakkan massa di Pontianak. Ada komando yang membiarkan massa ini menjadi beringas. Inilah kelanjutan apa yang terjadi di Palangkaraya. Kamis sore tadi, di halaman rumah Betang Pontianak, tiga truk terlihat merapat dan menurunkan massa Dayak. Lalu melanjutkan longmarch dengan membawa senjata tajam. Jalan Ahmad Yani di kota Pontianak macet total. Polisi juga sudah menutup akses menuju kota Pontianak untuk menahan massa yang dikabarkan telah berangkat dan hendak bergabung di kota Pontianak.

Yang pasti, ini bukan kali pertama pengalihan isu itu dilakukan. Sebelumnya, ketika publik sedang ramai-ramainya mencermati dan membicarakan bobroknya rezim korup di negeri ini, tiba-tiba segelintir kaum liberal mencari perhatian dengan berteriak-teriak di bunderan HI seraya mengusung Indonesia Damai Tanpa FPI. Seluruh media sekuler pun berlomba-lomba menjadikan FPI sebagai sasaran empuk pemberitaan miring dengan cara yang tendensius dan menyesatkan.

Tentu saja, apa yang terjadi, mulai dari Palangkaraya-Kalimantan Tengah dan Pontianak-Kalimantan Barat, adalah modus yang sama dan berulang-ulang, yang sengaja dihembuskan untuk memengaruhi rakyat Indonesia agar melupakan isu kenaikan harga BBM. Sepertinya, rezim ini paling lihai dan jitu mengalihkan isu yang tengah menerpa petinggi-petinggi bobrok partai Demokrat.

Tadi siang, dalam jumpa pers, sejumlah ormas Islam di sekretariat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah mengeluarkan pernyataan sikap untuk mendesak Pemerintahan SBY agar tidak menaikkan BBM. Jika BBM dinaikkan, rakyat Indonesia akan semakin sengsara. Seharusnya rezim SBY peka dengan tuntutan rakyat, bukan mencoba mengalihka isu. Basi.

SBY dan Tokoh JIL Dibalik Konflik SARA Pontianak?

Ketua DPP FPI Munarman menyatakan bahwa konflik SARA di Pontianak Kalimantan Barat adalah permainan tokoh-tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal).

“Konflik SARA di Kalimantan adalah permainan Jaringan Islam Liberal dengan aktornya Guntur Romli, Nong Darol Mahmada dan Ulil yang sejak semalam sangat aktif memposting di twitter untuk mengkambing hitamkan FPI” ungkap munarman, Kamis (15/2/2012).

Selain itu menurut Munarman konflik di Pontianak sengaja diletupkan untuk mengalihkan isu kenaikan BBM, dimana tanggal 30 Maret esok rakyat, mahasiswa dan umat Islam serempak berencana melakukan aksi penolakan kenaikan BBM. Maka Munarman mensinyalir presiden SBY telibat di balik konflik Pontianak, Kalimantan Barat. “Ini upaya mengalihkan isu kenaikan BBM, jadi SBY bermain juga” tegas direktur An Nasr Institute ini.

Munarman menambahkan bahwa dengan adanya konflik Pontianak maka dijadikanlah kasus ini untuk mengalihkan fokus umat Islam untuk menggulingkan rezim SBY.

“Jadi kasus Pontianak ini untuk mengalihkan fokus umat Islam dari agenda penggulingan SBY, karena ada peristiwa Pontianak ini,” imbuhnya. (fayyadh)