Terlibat Provokasi, Hanung Harus Diberi Catatan

Jakarta (SI ONLINE) – Forum Umat Islam (FUI) mengajak stasiun televisi SCTV untuk turut bersama-sama menyelamatkan hatu nurani dan intelektualisme bangsa. Caranya dengan tidak memutar film Tanda Tanya (?) yang disutradarai orang yang telah memprovokasi, mendukung dan menganjurkan kekerasan.

Rencana pemutaran film “?” dinilai Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath akan menambah provokasi kepada Front Pembela Islam (FPI). Padahal sutradara film itu, Hanung Bramantyo, dalam aksi Indonesia Tanpa FPi di Bundaran HI beberapa waktu lalu terlibat dalam provokasi terhadap FPI. “Andai dia benci terhadap FPI, mestinya dia harus adil”, kata Al Khaththath, Kamis malam (23/2/2012) di Kantor SCTV, Jakarta.

Al Khaththath menyampaikan bahwa Hanung yang telah menyuruh agar orang lain bersikap militan seperti para preman di Palangkaraya mestinya diberi catatan. “Saya berharap SCTV ikut berperan dalam menyadarkan bangsa ini. Jangan sampai orang yang terlibat dalam provokasi ini tidak diberi catatan”, katanya.

Berbicara tentang kekerasan, Al Khaththath bermaksud menggugah nurani dan intelektualitas wartawan dan manajemen SCTV. Ini dimaksudkan agar media massa tidak melakukan pembodohan ke publik. Sebab selama ini masyarakat disuguhi tontonan yang sangat tidak lucu.

Dalam Insiden Palangkaraya, FPI adalah korban. Tetapi dalam perkembangan kasus itu dan opini yang beredar di media massa justru FPI yang akan dikorbankan. Presiden SBY bahkan turut menyalahkan FPI dengan mengatakan FPI harus introspeksi diri.

“Kenapa (SBY) tidak mengatakan negara tidak boleh kalah dengan kekerasan. Padahal kekerasan oleh orang-orang Dayak Palangkaraya jauh lebih besar dari yang dilakukan FPI”, tandasnya.

Al Khaththath juga mempertanyakan apakah bangsa ini membolehkan kekerasan selama tidak dilakukan FPI. “Apakah bangsa Indonesia ini memang menyetujui anarkisme, selama tidak dilakukan oleh FPI”, tanyanya.

Karena itu Al Khaththath mengajak agar SCTV ikut terlibat dalam penyelamatan terhadap hati nurani bangsa dan intelektual bangsa. Sebab semua pertunjukan dan silat lidah tentang kekerasan dinilainya telah menghina hati nurani dan intelektualitas bangsa.

Film Tanda Tanya (?) karya Hanung adalah salah satu film yang mengindetikkan bahwa kekerasan pelakunya adalah umat Islam. Selain soal kekerasan, film ini juga menyampaikan ajaran Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (Sepilis) yang sangat kental. Padahal ajaran Sepilis sudah difatwa haram oleh MUI Pusat.

Sesuai iklannya, Film Tanda Tanya (?) akan diputar di SCTV pada Jumat (24/2/2012) pukul 22.30 WIB. Jumat pagi saat Suara Islam Online mengecek acara SCTV hari ini (http://www.sctv.co.id/view.php?0,0,1,jadwal,1330047515), di sana ditulis bahwa acara pukul 22.30 adalah Liputan 6 Terkini, dilanjutkan Pukul 22.33 WIB acara SCTV FTV Utama: Antara Iwan, Kambing Bandot, & Super Model. (fayyadh)