Voa-islam dan Akademi Thibbun Nabawi Gelar Pengobatan Massal Gratis

BEKASI (voa-islam.com) – Alhamdulillah, untuk menunaikan amanah umat, Infaq Dakwah Club (IDC) voa-islam.com kembali mengadakan bakti sosial (baksos) di daerah tertinggal dan rawan pemurtadan, Ahad (14/2/2012).

Acara yang difokuskan di lokasi Pondok Pesantren Zaid bin Tsabit, Desa Suka Mekar, Kecamatan Suka Wangi, Bekasi Utara itu diselenggarakan bekerjasama dengan Akademi Thibbun Nabawi Al-Islam (ATHIN), Yayasan Baitul Maqdis dan jamaah Masjid Asy-Syifa Villa Nusa Indah Bekasi.

50 personil relawan yang terdiri dari ikhwan dan akhwat mahasiswa Akademi Thibbun Nabawi yang turun ke lokasi melayani masyarakat. Dari 150 orang yang ditargetkan datang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, pada siang itu warga setempat yang datang umumnya dari kaum ibu.

Setelah didiagnosa, warga mendapatkan terapi seperti bekam, kiropraksi, akupresur dan akupuntur.

Menurut Ustadz Dzulkifli Asjari, pimpinan program Thibbun Nabawi Al-Islam, metode pengobatan Thibbun Nabawi ini sangat tepat diperkenalkan kepada masyarakat. Selain terjangkau dan alami yang terpenting adalah dengan metode ini mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Karenanya, Akademi Thibbun Nabawi Al-Islam mewajibkan mahasiswa melakukan pengobatan gratis ke beberapa daerah. “Pengobatan gratis ini merupakan salah satu program Akademi Thibbun Nabawi Al Islam yang merupakan kegiatan rutin yang kita wajibkan kepada para mahasiswa, agar mereka memiliki basic yang kuat ketika nantinya terjun ke masyarakat,” tuturnya kepada voa-islam.com.

Usai pengobatan massal, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan beberapa fasilitas Pesantren Zaid bin Tsabit dari jama’ah Masjid Asy-Syifa Villa Nusa Indah Bekasi

Pondok Pesantren Zaid bin Tsabit Perlu Dukungan Dana

Selain pelayanan kesehatan gratis, baksos kali ini juga diadakan untuk sosialisasi kepada masyarakat tentang Pondok Pesantren Zaid bin Tsabit. Pondok Pesantrean yang telah diresmikan pada awal Februari lalu itu, saat ini tengah membuka pendaftaran perdana kepada masyarakat luas.

Menurut Ustadz Dzulkifli, lokasi Desa Suka Mekar, Kecamatan Suka Wangi, Bekasi Utara dipilihnya karena daerah itu sangat tepat dijadikan laboratorium dakwah. “Justru di sinilah lokasi yang tepat di mana seharusnya para ulama dan dai berdakwah. Selain membantu mengentaskan kebodohan, diharapkan adanya Ponpes Zaid bin Tsabit nantinya bisa menjadi tameng maraknya pemurtadan, kristenisasi dan aliran sesat,” jelas Ustadz Dzulkifli yang juga pengurus Ponpes Zaid Bin Tsabit itu.

Rencananya, pondok pesantren ini berkonsentrasi pada materi tahfidzul Qur’an wal Hadits (menghafal Al Qur’an dan Hadits) dan disertai dengan basic IT (Teknologi Informasi) bagi para santri.

Namun demikian, kondisi Ponpes tersebut saat ini masih sangat minim sarana dan prasarananya. Gedung sekolah, asrama, alat belajar mengajar dan perabot untuk rumah tangga santri masih sangat kekurangan. “Kami masih mengalami kendala pendanaan pondok pesantren, sumber dana selama ini hanya berasal dari bisnis-bisnis kecil yang sedang kami rintis. Sehingga untuk sementara ini sarana-sarana pendidikan seperti bangunan dan peralatan belajar mengajar juga masih minim,” kata ustadz Dzulkifli.

Untuk menutupi biaya operasional, selama ini pondok hanya mengandalkan swadaya dari ternak jangkrik. Namun hasil dari ternak jangkrik ini masih sangat minim untuk menopang biaya operasional pondok dan gaji para ustadz.

Meski dibekap kendala dana, pengelola pondok tetap bekerja keras untuk memajukan pendidikan pondok pesantren. “Melalui Ponpes ini kami bercita-cita membentuk generasi yang mencintai Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,” tekadnya.

Demi tercapainya cita-cita tersebut ia juga berharap kiranya ada di antara para pembaca voa-islam.com yang terketuk hatinya untuk membantu dakwah fi sabilillah ini dengan memberikan donasi. Semoga Allah memudahkan perjuangan kita. (fayyadh)