Awas!!! Kristenisasi Berkedok Pengobatan Oleh Pendeta Kanada

AMBON (voa-islam. com) – Pendeta asal Kanada Peter Youngren menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang ditujukan untuk semua agama, termasuk Islam. Ia mengobral janji bisa menyembuhkan segala macam penyakit dengan syarat percaya kepada ketuhanan Yesus.

Dalam spanduk, baliho dan pamflet acara bertajuk “Festival Persahabatan Ambon” yang dipampang di berbagai sudut kota Ambon, Peter Youngren memajang iklan sebagai berikut:

“Festival persahabatan Ambon 15-19 Februari 2012, jam 6 sore s/d selesai, tempat: Stadion Mandala Remaja Karang Panjang Ambon, bersama Dr Peter Youngren. Tuli bisa mendengar, buta melihat, lumpuh berjalan. DR Peter Youngren tidak meninggikan salah satu agama di atas agama yang lain tetapi membagikan kasih Tuhan dan persahabatan kepada semua orang. Kasih Tuhan dinyatakan bagi semua orang tanpa diskriminasi. SEMUA ORANG DIUNDANG.”

Meski tidak disebutkan secara detil bentuk acaranya, tapi bisa dipastikan acara itu adalah KKR dan penyembuhan dalam nama Yesus. Karena modusnya sama dengan acara sebelumnya di Bandung, Bontang, Manado, Batam, Jakarta, dan sebagainya.

Youngren mengakui, penyembuhan massal yang dilakukan itu bukan pengobatan medis, tapi ritual Kristen. “Saya doakan mereka secara umum. Dalam doa kesembuhan itu saya ucapkan apa yang Yesus telah lakukan. Kesembuhan massal didasarkan pada penanganan Tuhan secara pribadi dengan umat-Nya, juga iman si individu dalam Kristus. Tetapi semua itu terjadi pada waktu yang bersamaan,” ujarnya seperti dikutip Bethanygraha.

Gerakan kristenisasi Youngren itu bisa ditelusuri dari berbagai pernyataannya sendiri. Dalam portal Kristen, Peter Youngren mengakui bahwa acara-acara KKR penyembuhan dalam nama Yesus itu dilakukan untuk memurtadkan umat agar lahir baru dalam Kristus alias menjadi Kristen yang menerima doktrin ketuhanan Yesus. Youngren berkata, “Kita menawarkan hidup baru dalam kristus. Saya percaya bahwa setelah mereka terima Kristus mereka akan mengerti bahwa mereka harus pergi ke gereja” (bethanygraha.org).

Youngren mengaku bangga dengan safari Kristen berkedok pengobatan massal yang dilakukan kepada umat Islam dan agama lain di berbagai negara. “Saya sudah berkunjung ke banyak negara selama 30 tahun. Baik negara dengan penduduk Hindu, Islam, Budha, sampai penganut ateis sekalipun dan direspon cukup positif,” ujarnya sebagaimana dirilis Denpost.

DR Peter Youngren menegaskan bahwa dalam berbagai misinya ia menghindari istilah kristenisasi. Karenanya ia memakai slogan ‘menjadikan orang lahir baru dalam Kristus.’ Menurutnya, bila orang sudah menerima ketuhanan Yesus, otomatis mereka menjadi Kristen dan akan rajin ke gereja meski tak dikristenkan.

“Kita tidak pernah meminta orang untuk menjadi Kristen tetapi menjadikan mereka orang yang percaya kepada Yesus (Jesus believers). Bukan merubah agama orang itu. Yesus dan Petrus sendiri tidak pernah menggunakan istilah Kristen untuk orang yang percaya. Saya tidak gunakan istilah ini. Kalau hal ini terjadi maka kita akan disangka mengkristenkan mereka. Kita menawarkan hidup baru dalam Kristus. Saya percaya bahwa setelah mereka terima Kristus mereka akan mengerti bahwa mereka harus pergi ke gereja”(bethanygraha.org).

Dari pengakuan Youngren di situs Kristen itu, jelaslah bahwa misi utama acara Festival Persahabatan Ambon adalah KKR pengobatan massal dalam nama Yesus yang tujuan utamanya mengkristenkan umat. (fayyadh)