Tabrak Imam Masjid Sepulang Shalat, Mahasiswa Kristen Dikeroyok Massa

VOA-ISLAM – Peristiwa tabrakan maut di halte Tugu Tani Jakarta, yang menyebabkan 9 nyawa melayang akibat pengemudi yang tengah dibawah pengaruh narkoba membawa mobil secara ugal-ugalan dan menabrak pejalan kaki serta orang-orang yang sedang menunggu di halte, cukup menghebohkan pemberitaan di Indonesia dalam 3 hari terakhir ini.

Namun, peristiwa tabrakan lalu lintas yang terjadi di desa Poka Ambon, Maluku tadi malam, meski dengan skala yang lebih kecil dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, bisa mengakibatkan tragedi yang juga dapat menjadi pemberitaan tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.

Hal ini tidak mengherankan jika kita melihat kondisi Ambon yang dalam beberapa bulan terakhir ini berulang kali dilanda konflik antara kaum Muslimin dan kaum salibis. Konflik yang telah menyebabkan kerugian harta benda dan jiwa dari kedua belah pihak.

Tidak jarang konflik terjadi dikarenakan peristiwa yang wajar namun tidak diselesaikan secara benar dan cepat oleh aparat penegak hukum, yang pada akhirnya hal tersebut menjadi pemicu kerusuhan karena adanya akumulasi rasa ketidak adilan dari salah satu pihak.

Dan untuk kesekian kalinya di Ambon, kejadian kecelakaan lalu lintas dimana pelaku dan korban ada di dua pihak yang berbeda yakni Muslim dan Kristen, hampir saja mengakibatkan bentrokkan luas antara massa kedua belah pihak. Sebagaimana kecelakaan lalu lintas yang terjadi tadi malam di desa Poka, Ambon.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun oleh voa islam dari tempat kejadian, diperoleh kabar bahwa telah terjadi kecelakaan lalu lintas pada tanggal 23 Januari 2012 pukul 20.10 WIT tadi malam.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Ir.Putuhena depan Masjid Nurul Ashar desa Poka berawal ketika pengendara sepeda motor suzuki shogun 125 warna biru hitam dengan nomor polisi DE 4321 AL, Stenil Wussi (25 tahun) seorang yang mahasiswa Kristen Protestan di Poltek Universitas Pattimura menabrak pejalan kaki bernama Haji Saleh (101 tahun) seorang ustadz dan imam masjid di Masjid Nurul ashar desa Poka RT 004/RW 02.

Bapak Haji Saleh yang ketika itu keluar dari masjid Nurul Ashar setelah selesai melaksanakan sholat Isya dan hendak pulang ke rumahnya ditengah jalan ditabrak oleh sepeda motor yang dikendarai oleh stenil yang melintas dengan kecepatan cukup tinggi dari arah Ambon menuju Laha.

Stenil yang kaget ketika melihat Haji Saleh sedang menyeberang jalan, tidak bisa menghindar dan dan langsung menabrak Haji Saleh.

Melihat Haji Saleh ditabrak sepeda motor, spontan masyarakat yang ada di tempat kejadian langsung memukuli dan mengeroyok Stenil dan membakar sepeda motornya.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat beranggapan bahwa Stenil telah mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan sehingga menabrak pejalan kaki.

Akibat kejadian tersebut Haji Saleh mengalami luka yang cukup parah pada bagian wajah, bibir hancur,luka pada bagian kaki dan mengalami patah tangan sehingga langsung dilarikan ke Rumah sakit Otoquik Ambon untuk mendapatkan perawatan.

Sedangkan Stenil langsung diamankan ke Polsek Teluk Ambon Baguala dan langsung dibawa ke rumah sakit Otoquik untuk menjalani perawatan medis karena mengalami luka robek pada bagian bibir dan lebam pada bagian kepala belakang.

Sepeda motor milik Stenil sendiri hangus dibakar massa dan diamankan di Polsek Teluak Ambon Baguala untuk dijadikan barang bukti.

Konsentrasi massa

Kejadian tabrakan dan pengeroyokan yang melibatkan dua komunistas berbeda tersebut sempat mengakibatkan terjadinya konsentrasi massa di desa Poka, tepatnya di Jalan Ir Putuhena.

Demi meminimalisir dan menghindari terjadinya bentrokkan massa, aparat segera melakukan pengamanan sebab desa Poka dihuni oleh komunitas Islam dan Kristen. Pengamanan di tempak kejadian melibatkan Personil Polisi dari Polsek Teluk Ambon Baguala, Satgas Yonif 301 Kodam III Siliwangi dan Koramil 1504-01 Baguala. Bahkan Danramil 1504-01 Baguala Kapten (Inf) Beni Hantoro, Kapolsek Teluk Ambon Baguala AKP Sarah Lessi dan Komandan Kompi Satgas 301 Kapten (Inf) Astiar Hatta juga turun langsung ke tempat kejadian untuk turut serta melakukan pengamanan.

Jika dilihat dari pengamanan di tempat kejadian, untuk sebuah kecelakaan lalu lintas yang tidak menyebabkan kematian dan pengeroyokan terhadap pelaku yang penabrak, yang juga merupakan hal yang biasa, bisa dikatakan berlebihan, jika kejadian tersebut terjadi di tempat lain.

Tapi inilah Ambon, kejadian sekecil apapun yang melibatkan komunitas Muslim dan Kristen bisa menjadi pemicu terjadinya kerusuhan.

Ini menunjukkan rasa dendam dan permusuhan antara dua komunitas tersebut masih tertanam kuat. Potensi terjadinya konflik masih subur di tengah masyarakat dan bisa dipicu oleh masalah sekecil dan apapun bentuknya.

Jika demikian keadaannya maka betulkah Ambon sudah aman dan kondusif?. (af/fayyadh)