Setelah Hina Islam, Grup Atheis Minang Minta Kebebasan

HIDAYATULLAH – Seorang penganut Atheis yang juga pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dharmasraya, Alexander Aan, 30 tahun, sore tadi sekitar pukul 15.30 diamankan Polsek Pulaupunjung.

Kepala Polisi Sektor (Polsek) Pulau Punjung AKP Nofrial SE, mengatakan, pengamanan pelaku diawali laporan masyarakat karena ada kericuhan di dekat kantor Bappeda Dharmasraya.

Dikutip detik.com, Alexander dilaporkan LSM dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar ke polisi karena dinilai menghina suatu agama. Alexander membuka grup di jejaring Facebook ‘Ateis Minang’ untuk menyebarkan keyakinannya dan menjelek-jelekkan Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam sehingga dianggap meresahkan.

Menurut Nofrial, masih dikutip Tempo, Alexander sudah dijadikan tersangka, sesuai dengan laporan Majelis Ulama Indonesia setempat akibat Facebook yang dikelolanya telah lama dinilai meresahkan warga.

Atas kasus ini, Alexander diduga melakukan penistaan agama dan bisa dituntut Pasal 156 KUHP dengan pidana penjara maksimal 5 tahun.

Caci Maki Islam

Kepada Padang Ekspres, Alexander membenarkan dirinya tidak mengakui adanya Tuhan semenjak kecil dengan alasan, kejahatan ada di mana-mana. Alex mengaku, sejak tahun 2008, ia tidak lagi mengerjakan shalat dan puasa, karena tidak sesuai lagi dengan pemahaman dirinya.

“Tidak ada yang salah dalam pemahaman ini. Sejak duduk di bangku SD, saya sudah mulai menganut paham tersebut,” tuturnya.

Ia juga mengaku, saat ini, anggota FB atheis Minang diperkirakan mencapai 1.200 orang.

Dikutip detik.com, Alexander mengaku ia seorang Atheis yang tidak percaya Tuhan. Ia lantas menulis tentang agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ia menafsirkan sendiri mengenai agama Islam. Dan akhirnya ia menjelek-jelekkan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam.

“Menurut dia, Nabi itu tidak memberikan teladan baik karena mengawini istri dari anak angkatnya. Argumen itu diupload. Sehingga timbul konflik di situ,” ujar AKBP Chairul Aziz pada detikcom, Jumat (20/1/2012).

Menurut Chairul, beberapa orang di grup dan teman-teman di akunnya mencaci dan menghujat komentar Alexander itu. Kejadian ini berlangsung sejak dua bulan lalu. Alexander dinilai memicu keresahan dan dilaporkan ke polisi.

Seperti diketahui, sebelum Alex ditangkap, FB Atheis ini dipenuhi beberapa gambar pelecehan Nabi, agama Islam dan kata-kata rasialis bangsa tertentu.

Salah satu kalimat cacian misalnya datang dari seorang pegiat Atheis yang menggunakan nama “Ulama Padang”. Nama satu ini termasuk aktif menggunakan kata-kata kasar bernada hinaan yang berpotensi SARA.

“Kambing arab… semua bangsa punya pakaian tradisi… cuma bangsa tolol yg melecehkan tradisinya sendiri. Tradisi dan budaya selalu berubah tanpa harus meninggalkan jati diri bangsanya… Lu mau bilang nenek2 lu leluhurlu pakai pakaian spt LONTE waktu ketemu kakek leluhur lu ????…Lu emang gak punya malu,” salah satu contoh tulisannya dalam sebuah komentar hari Selasa (17/01/2012), pukul 20:08.

Entah karena ingin mengapus bukti atau jejak, sejak kasus ini mencuat, semua posting Alexander yang dinilai menghina Islam dan melecehkan Nabi Muhammad tiba-tiba lenyap. Posisi Alex yang semua salah satu admin rupnya juga sudah dikeluarkan. Beberapa anggota dalam FB tersebut sempat mempertanyakan kemana hilangnya foto-foto dan postingan Alex.

Di sisi lain, para pegiat Atheis tiba-tiba mulai rajin mengirimkan posting dukungan ke berbagai media, termasuk media asing. Dalam beberapa postinganya, kalangan Atheis mendesak adanya hak kebebasan, dukungan terhadap Alex dan tertermasuk hak tak meyakini Tuhan dan agama.

Seorang pemerhati media asal Surabaya, bernama Muhammad (27) yang memantau kasus ini mengatakan, ada usaha kalangan Atheis membelokkan masalah.

“Ada usaha kaum atheis membelokkan masalah yang awalnya penistaan agama dan pelecehan Nabi menjadi hak kebebasan tidak beragama. Lucunya lagi, media massa kita justru berfokus hak kaum Atheis, bukannya mencari akar utamanya, yakni penghinaan dan penistaan, “ ujar Muhammad usai dihubungihidayatullah.com, Jumat (20/01/2012) malam.

Sementara kasus ini masih berlanjut, di laman FB juga lahir “Gerakan 10.000 urang Minang memblokir ateis minang” dan MASYARAKAT MINANG ANTI ATEIS (menolak Ikatan Mahasiswa Ateis Minangkabau). (Fayyadh)