Untuk Keenam Kalinya, Aksi Bakar Diri Terjadi di Al-Jazair

ALISLAMU.COM – Seorang pemuda Al-Jazair melakukan aksi nekat dengan membakar tubuhnya sendiri. Diduga motif pelaku aksi bakar ini karena faktor kesempitan hidup yang dialaminya..

Harian Al-Jazair pada hari Kamis (22/12) kemarin memberitakan bahwa pemuda 23 tahun ini mencoba bunuh diri dengan mebakar tubuhnya Rabu (21/12) lusa sore hari. Aksi bakar diri di pusat kota Oqas, Bejaia ini terjadi setelah seorang pemuda menyirami tubuhnya dengan lima liter bensin, kemudian dia keluar ke jalanan umum dengan membakar dirinya. Beberapa saksi yang melihat kejadian tersebut berusaha memadamkan api yang sudah menjalar ke seluruh tubuh pemuda tadi, namun api sudah tak bisa dihentikan lagi hingga akhirnya melahap seluruh tubuh pemuda tadi.

Kasus seperti ini sudah yang keenam kalinya terjadi di Al-Jazair untuk tahun ini saja. Motif para pelaku hampir sama, yaitu karena faktor pengangguran, himpitan ekonomi dan kondisi hidup yang semakin memburuk.

Insiden ini dimanfaatkan berbagai oknum yang kemudian disebarkan di situs jejaring sosial Facebook, dimaksudkan untuk memprovokasi pecahnya revolusi di Al-Jazair. Seperti revolusi di Tunisia yang dipicu dengan aksi bakar diri yang dilakukan seorang pemuda pedagang kaki lima bernama Muhammad Bouazizi. Motif Bouazizi membakar diri juga didorong oleh faktor kesempitan hidup dan himpitan ekonomi.

Akan tetapi kondisi di Al-Jazair yang berbeda membuat insiden bakar diri itu tidak berdampak besar, revolusi terhadap pemerintah yang diinginkan pun belum terjadi. Mungkin hal ini yang membuat Presiden Al-Jazair, Abdul Aziz Bouteflika berujar bahwa negaranya sebagai pengecualian dari revolusi yang terjadi di negara-negara Arab lainnya.

Bouteflika mengatakan dalam sebuah pidato saat peresmian Tahun Peradilan Baru dari Mahkamah Agung, Al-Jazair sebenarnya tidak luput dari pengaruh-pengaruh dengan apa yang terjadi di negara-negara sekitar, tetapi Al-Jazair juga tidak ingin kembali melakukan percobaan yang sudah terjadi bertahun-tahun pada beberapa dekade yang lalu.

Bouteflika juga mengatakan bahwa rakyatnya memang sangat menginginkan kemerdekaan dan kedaulatan. Mereka tidak mudah didekte kepentingan-kepentingan lain, karena rakyat sudah mendapatkan kebebasan dan kemenangan mereka dengan perjuangan dan pengorbanan yang besar. Al-Jazair juga mempunyai keunikan dan privasi dari negara lainnya, sehingga rakyatnya mudah beradaptasi dengan realitas dan tradisi politik. (Arbi/islmmo)