Damien Dematra: Saya Ralat, Saya Bukan Kristiani. Tapi Percaya Tuhan

VOA-ISLAM.COM – Setelah film dokumenter Kapten Jihad yang diperankan oleh Nasir Abas diluncurkan, novelis dan sutradara Damien Dematra bekerjasama dengan Asosiasi Korban Bom Terorisme di Indonesia (ASKOBI) kembali akan membuat film propaganda anti kekerasan berjudul Ramadhan untuk Sakinah yang diangkat dari karya novelnya dengan judul yang sama. Damien tidak mengaku, jika filmnya ini bagian dari propaganda BNPT.

“Film ini tidak disupport oleh BNPT. Ini murni dari hati nurani saya. Tapi, jika ada pihak-pihak yang mendukung, kenapa tidak,” ujar Damien dalam jumpa pers yang digelar di Restauran Amigos, Bellagio, Jakarta.

Damien Dematra mengakui, pembuatan film ini sangat beresiko. Ia pernah mendapatkan ancaman dari pihak-pihak tertentu atas pemikiran pluralismenya dan aktivitasnya mengkampanyekan pesan anti kekerasan. “Saya memang tidak pernah memberi tahu, dimana rumah saya,” katanya.

Damien mengakui, novel-novelnya yang kemudian diangkat ke layar lebar ini adalah film propaganda. Damien juga mengklaim, film yang diluncurkan saat Ramadhan nanti merupakan film yang bernafaskan Islam. Namun tetap bersifat universal yang bisa ditonton oleh semua orang. Ia merasa, novel saja tidak cukup untuk melancarkan propagandanya. Karena itu ia memilih film sebagai media yang diakuinya memiliki efek yang berkali-kali lipat.

Ketertarikan Damien Dematra untuk mengangkat film yang katanya bernafaskan Islam ini, membantah dirinya seorang penganut Kristiani. “Saya ralat anda, saya bukan Kristiani,” ujar Damien yang merupakan penganut pluralis.

Ketika ditanya lebih jauh, soal agamanya apa, Damien mengatakan, bahwa dirinya memutuskan untuk tidak beragama. “Saya sangat percaya tuhan, tapi kalau untuk agama, saya dalam posisi sangat netral. Itu pilihan. Kalau ditanya, agama saya apa, yang jelas, saya orang yang percaya pada tuhan. Justru kalau saya memilih suatu agama, maka saya malah tidak bisa memberikan bantuan kepada orang lain, dikarenakan hanya perbedaan agama. Setiap orang punya hak dan pilihan, menganut apa yang dipercayai. Di KTP, agama saya adalah musisi,” ujarnya tersenyum.

Sangat disayangkan, film-film Damien Dematra yang mengkampanyekan anti kekerasan, tidak ditampilkan secara utuh. Damien boleh jadi tidak sadar, bahwa program deradikalisasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah upaya untuk deislamisasi.

Damien lupa, kekerasan juga terjadi di Ambon, dimana umat islam disana terzalimi. Faktanya, media nasional dan banyak LSM kemanusiaan meredam derita Muslim di Ambon. Aneh, soal Ambon dan provokasi RMS, Damien cuma bilang, ia tidak terlalu menguasai. “Saya tak punya tujuan politik dalam pembuatan film,” tandasnya.

Damien juga lupa, bahwa Ustadz Abu Bakar Baasyir adalah korban fitnah. Seharusnya, Damien juga bersikap kritis, bahwa ada banyak korban salah tangkap terkait kasus terorisme.

Namun seperti dikatakan Damien, ia tidak mentolerir setiap kekerasan dalam hal apapun, termasuk hanya karena protes harga barang terlalu mahal. “Ke depan, saya akan mengkampanyekan anti kekerasan di bidang yang lain. Kita tidak ingin, kesenggol dikit main bacok.Mentalitas bacok ini sangat berbahaya.”

Seniman Pluralis

Damien Dematra menjelaskan, film Ramadhan untuk Sakinah mengangkat tema kekuatan untuk memaafkan. Sakinah, wanita muda yang cantik, pandai, dan tulus tidak pernah menyangka, bahwa saat kehidupannya sedang berjalan sempurna, restoran yang didatanginya bersama suami dan bayinya meledak.

Damien Dematra adalah seorang novelis, penulis scenario, sutradara, produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 81 novel dan buku dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 60 skenario film dan TV series, dan memproduksi 32 film dalam berbagai genre, diantaranya: Si Anak Kampoeng, Obama Anak Menteng, Dream Obama, dan Lupus.

Damien saat ini memegang 9 rekor dunia: sebagai penulis tercepat di dunia, penulis buku tertebal di dunia, pembuat film tercepat di dunia dan lain-lain.Damien Dematra aktif sebagai Koordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme (GPP).

Beberapa karyanya (dalam bentuk buku) antara lain: Kartosoewirjo: Pahlawan atau Teroris?, Surat untuk Tuhan, Kopiah Gus Dur, Obama dan Pluralism, Bulan di Atas Ka’bah, Selusin Ramadhan Setahun, Kau Bakar Aku Bakar, Ternyata Aku Sudah Islam, Demi Allah Aku jadi Teroris dan lain-lain. Buku karya Damien Dematra yang akan segera terbit diantaranya: Demi Allah Anakku Jadi Teroris (akan difilmkan). (Arbi)