Bank Libya: Uang Kertas Dinar Bergambar Gaddafi Sudah Tidak Berlaku

Bank Libya menarik lebih banyak uang kertas yang digunakan untuk perdagangan dan nilai tukar serta menghentikan percetakan dan penerbitan uang kertas tersebut, karena memuat gambar Muammar Gaddafi, pemimpin terguling dan saat ini menjadi buronan, yang telah memerintah dengan tangan besi selama lebih dari empat dekade sebelum digulingkan oleh revolusi rakyat Libya.

Thalal Aldgasa, seorang pejabat di Departemen Keuangan, pada National Commercial Bank yang terletak di pusat Tripoli, menyepakati untuk menarik uang kertas dinar berkategori Alkhamis (yang nilainya sekitar 40 dolar).

Dia menambahkan: “Uang tersebut sudah tidak berlaku di pasaran, dan harus segera dikirim ke bank sentral.”

Menurut laporan AFP bahwa uang kertas bernilai lima puluh dinar tersebut adalah nilai terbesar di antara uang kertas lainnya di Libya, diikuti oleh uang kertas bernilai dua puluh dinar dan sepuluh dinar yang bergambar pemimpin bersejarah Libya Umar Mukhtar.

Gaddafi sendiri sejak berkuasa pada tahun 1971 memutuskan untuk menerapkan mata uang dinar sebagai unit dasar mata uang negara Libya bukan pound, yang pernah beredar di masa monarki negara tersebut.

Kepala Departemen mata uang di National Commercial Bank, Umar Sulaiman mengatakan: “Kami sedang bekerja untuk menarik mata uang tersebut karena kami tidak ingin lagi melihat Gaddafi dengan cara apapun.”

Dia menambahkan: “Kami lelah melihat dia memata-matai kami dari balik kacamata hitamnya selama bertahun-tahun.”

Pada bagiannya, mengatakan Thalal Aldgasa menegaskan bahwa bank sentral memutuskan untuk menerbitkan mata uang kertas baru dari kategori yang sama, yang tentunya tanpa menampilkan kembali gambar Muammar Gaddafi. (Fani/erm)