Qadhafi Jadi Buronan Interpol

Atas permintaan Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC), organisasi polisi internasional, Interpol, mengeluarkan surat penangkapan untuk Kolonel Qadhafi, putranya Saif Al Islam dan kepala badan intelijen Abdullah Al Sanussi.

ICC telah mengeluarkan surat penahanan untuk ketiga orang yang dikenakan dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Keberadaan mereka masih belum diketahui di tengah upaya pendukung Qadhafi yang masih berperang.

Surat penangkapan itu merupakan alat yang digunakan oleh Interpol untuk membantu ICC, dengan memberitahu negara-negara anggota bahwa ketiga pria itu dicari.

Sementara itu sumber lokal menyebutkan seorang jenderal dari pasukan Qadhafi telah melarikan diri ke Niger. Para pejabat di kota Agadez, Niger menyebut komandan pasukan itu sebagai Jendral Ali Kana, yang bertanggung jawab atas pasukan Qadhafi di Libya selatan.

Namun dalam beberapa hari terakhir, beberapa konvoi mantan pejuang Qadhafi mengalir ke perbatasan Niger. Para pejabat di Agadez mengatakan konvoi terakhir terdiri dari tiga kendaraan yang mengangkut puluhan orang, diantaranya paling tidak dua jendral dan empat pejabat tinggi.

Wartawan BBC Thomas Fessy di Niamey melaporkan (09/9), truk-truk itu melintas melalui Agadez dan diduga mengarah ke ibukota. Kantor berita Reuters menyebutkan konvoi itu didampingi pasukan keamanan Niger. Pemerintah Niger belum berkomentar sejauh ini.

Qadhafi membantu mendanai pemberontakan pejuang Nomadik Tuareg melawan pemerintah Mali dan Niger selama tahun 1970an dan 80an. Banyak pemberontak yang kemudian bergabung dalam tentara Qadhafi. Para pejabat di Niger mengatakan mereka mengijinkan warga sub-Sahara Afrika dari Libya atas dasar kemanusiaan.

Pemerintah Niger mengakui NTC namun mengatakan belum memutuskan apakah akan mengijinkan Kolonel Qadhafi masuk ke negara itu.

Dalam pesan yang disiarkan televisi Suriah al-Rai Rabu malam, Qadhafi menyanggah berita bahwa ia telah melarikan diri ke perbatasan. Qadhafi sendiri menyerukan kepada para pendukungnya untuk terus berperang dan ia tidak akan meninggalkan Libya.

Pemerintahan Dewan Transisi, NTC, mencoba untuk merundingkan penyelesaian damai di sejumlah tempat, termasuk Bani Walid, Jufra, Sabha dan tempat kelahiran Qadhafi Sirte. Pasukan kelompok pemberontak minggu lalu memperingatkan pendukung Qadhafi untuk menyerahkan diri hari Sabtu atau menghadapi serangan militer. (Fani/hdt)