PBB Didesak Untuk Cairkan Aset Libya dan Bebaskan Sangsi

Sumber AFP menyatakan bahwa Prancis dan sekutunya akan mendesak negara-negara lain di PBB untuk mencairkan aset Libya dan menghapus sangsi. Namun ini baru proses tahap pertama, masih perlu pembahasan lagi beberapa hari ke depan di Qatar, Turki dan New York.

Adapun Amerika Serikat mengatakan akan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mencairkan aset Libya sebesar USD 1, 5 milyar.

Mark komblau, jurubicara perwakilan Amerika Serikat, mengatakan bahwa negaranya pada hari Rabu (24/8) mengajukan resolusi pencairan aset Libya di bank-bank Amerika guna memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak di negara itu.

Amerika Serikat berusaha medekati komite di DK-PBB yang memonitor sanksi atas Libya, untuk menairkan aset-aset tersebut. Namun, Afrika Selatan keberatan dengan pencarian itu dan diperlukan persetujuan 15 negara anggota DK-PBB untuk meloloskannya.

Untuk menghindari adanya pihak oposisi, Amerika Serikat memutuskan mengajukan resolusi yang tidak mengharuskan adanya suara bulat untuk meloloskannya.

Sebelumnya Inggris dan Prancis juga meminta agar aset Libya dicairkan, untuk disalurkan kepada kelompok pemberontak.

Para pejabat dari Kelompok Kontak Libya dalam pertemuan mereka di Doha mengatakan bahwa pengganti rezim Libya — yang tidak lain adalah kelompok pemberontak — membutuhkan dana untuk membentuk pemerintahan baru. Pertemuan di Doha, Qatar, itu digelar atas permintaan Dewan Transisi Nasional dan dihadiri oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Italia, Jerman serta Turki. (Fani/ist)