Saudi Luncurkan Proyek Pelebaran Masjidil Haram Terbesar dalam Sejarah

Masjidil Haram akan diperluas. Batu pondasi untuk pembangunan perluasan masjid tersebut akan diletakkan Jumat ini. Setelah diperluas, masjid ini diproyeksikan bisa menampung 1,2 juta jamaah tambahan. Ini merupakan proyek perluasan Masjidil Haram terbesar dalam catatan sejarah.

Ruang salat bagi 1,2 juta jamaah tambahan itu dibangun di atas tanah seluas 400.000 meter persegi. “Proyek baru bernama Perluasan Raja Abdullah akan dilakukan dengan menggunakan sistem mekanik dan listrik paling maju,” kata Muhammad Al-Khozaim, Wakil Presiden Kepresidenan untuk Urusan Dua Masjid Suci seperti dikutip dari Alarabiya.net (19/8/2011).

Di bangunan yang diperluas itu nantinya akan memiliki fasilitas dasar, termasuk sistem pembuangan sampah modern dan sistem pemantauan keamanan. Tirai penghalau matahari juga akan didirikan di halaman utara masjid. Ruang tambahan itu akan dihubungkan dengan masjid yang ada. Selain itu, bangunan akan dilengkapi dengan sistem pendingin udara dan tangga berjalan.

Al-Khozaim juga mengungkapkan rencana untuk memperluas mataf (area di sekitar Ka’bah) serta menyediakan AC untuk semua bagian Masjid Agung. Kedua proyek tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan proyek perluasan Masjidil Haram.

Berbicara tentang proyek-proyek lain yang dilaksanakan sesuai arahan Raja Abdullah, ia mengatakan masaa (jalur antara Safa dan Marwa) baru saja diperluas dan sekarang bisa menampung 118.000 jamaah per jam, yang sebelumnya hanya 44.000 orang saja.

Dia menggambarkan Menara Raja Abdul Aziz yang telah ada sebagai salah satu proyek real estate terbesar di Makkah. Bangunan ini terdiri dari enam menara apartemen dan sebuah hotel bintang lima. Menara paling depan terdiri dari 28 lantai, sedangkan yang belakang terdiri dari 35 lantai. Sementara itu menara samping memiliki 45 lantai, dan menara hotel berlantai 60. Seluruh kompleks dengan 11.000 kamar dan suite itu dapat menampung 35.000 orang ingin menjalankan ibadah haji atau umroh.

Al-Khozaim memuji raja yang mengambil inisiatif melaksanakan sejumlah proyek vital demi kesejahteraan jamaah haji. Proyek yang dimaksud antara lain Kereta Api Mashair yang menghubungkan Mina, Arafah dan Muzdalifah, Kereta Api Haramain untuk menghubungkan dua kota suci Makkah dan Madinah, kompleks Jembatan Jamrat, proyek Pembangunan Zona Tengah, Jalan Raja Abdul Aziz, jalan lingkar baru untuk sebagai tambahan proyek pengeringan banjir di tempat-tempat suci.

Proyek Jembatan Jamrat yang menghabiskan biaya SR 4,5 miliar, berperan besar mencegah berdesak-desakkannya jamaah dalam ritual melempar batu. Proyek ini dirancang untuk menampung 5 juta jamaah. KA Mashair akan sepenuhnya beroperasi sebelum musim haji mendatang yang jatuh pada bulan November. Mereka akan mengoperasikan 17 kereta api masing-masing terdiri dari 12 gerbong. Satu rangkaian kereta sanggup membawa 3.000 (Fani/aby/dtk)