Dua Muslim Inggris Didenda karena “Mencadarkan” Iklan yang Membuka Aurat

Dua remaja Muslim telah mengakui bahwa mereka menggambar burka terhadap iklan perempuan berbusana minim karena mereka tersinggung terkait atas pandangan agama mereka.

Dalam satu insiden, Muhammad Hasnath dan Muhammad Tahir, keduanya berusia 18 tahun, dengan menggunakan cat hitam mereka menggambar burka terhadap sebuah model perempuan dalam poster untuk deodoran Lynx.

Mereka mengatakan bahwa berdosa bagi wanita untuk mengumbar aurat dan menurut mereka tindakan mereka hanya mencoba untuk berbuat baik.

Mereka juga menggambar di wajah perempuan dalam iklan lain, termasuk poster film Drive Angry Nicolas Cage.

Pengadilan Thames Magistrates di Bow, Timur London, mengatakan kedua orang itu tertangkap tangan setelah anggota polisi mendapat laporan dari masyarakat.

Mereka tertangkap ketika sedang mencoret-coret poster perempuan dalam iklan untuk Lynx di sebuah halte bus pada Februari lalu.

Ketika polisi tiba di TKP, kedua remaja ini memberikan penerimaan secara penuh dan jujur, kata Taiwo Akinrowo, jaksa penuntut. Dia berkata: “Kedua remaja ini mengatakan kepada polis bahwa perempuan difoto sepeeti itu melawan agama mereka dan mereka mengatakan hal itu adalah dosa dalam Islam untuk laki-laki yang melihat wanita yang tidak menutup aurat.

“Keduanya mengakui mereka yang menggambar. Pada awalnya, mereka tidak menganggap hal itu hal yang buruk untuk dilakukan, tetapi mereka menerima bahwa itu tidak sah karena bukan milik mereka.”

Hasnath, dari Poplar, dan Tahir dariTower Hamlets, masing-masing diperintahkan untuk membayar biaya sebesar £ 283 dan dibebaskan 12-bulan bersyarat.

Kasus ini terjadi hanya beberapa hari setelah kelompok Islam memulai kampanye poster memproklamirkan daerah di mana penegakan zona hukum Syariah telah ditetapkan.

Urutan pesan yang ada dalam poster tersebut yang dimaksud zona hukum Syariah adalah ‘tidak ada judi’, ‘tidak ada musik atau konser’, ‘tidak ada pornografi atau prostitusi’, ‘tidak ada obat-obatan atau rokok’ dan ‘alkohol’.

Para pemimpin masyarakat di London timur mencela orang-orang di balik poster tersebut dan menyebutnya sebagai orang yang berpikiran idiot. (Fani/erm)