Tajikistan Larang Para Remaja Shalat di Masjid

Dewan Senat Tajikistan, Kamis (21/07), nekat mengeluarkan keputusan untuk melarang anak-anak dan para remaja shalat di masjid, meskipun keputusan ini diprotes oleh para pemuka agama. Keputusan ini dikeluarkan sebagai upaya untuk mencegah tindakan ekstrem atas nama agama.

“Peraturan ini bertujuan untuk melindungi generasi Tajikistan yang akan datang,” jelas Ketua Dewan Senat Tajikistan, Muhammad Sa’id ‘Ubaid Al-Lathif, sebagaimana dikutip oleh almokhtsar.com, Kamis (21/07).

“Aturan ini untuk mencegah penyebaran fundamentalisme agama di negara yang mayoritas beraga Islam, meski aturan ini mendapat banyak tentangan dari para tokoh agama,” tambah pihak berwenang Tajikistan.

Keputusan ini dikeluarkan setelah hampir semua anggota senat Tajikistan setuju dengan peraturan ini. Dampaknya, para orang tua dituntut untuk secara serius mengawasi anak-anaknya, melarang mereka yang usianya di bawah 18 tahun untuk shalat di masjid.

Seorang tokoh agama besar yang juga mantan perdana mentri, Turadzeonzoda, mengatakan, ini adalah hari gelap bagi umat Islam, karena sejak masa kekuasaan Uni Soviet, tidak pernah peraturan seperti ini dikeluarkan. (Fani/alm)