Diminta Lepas Jilbab, Wanita Muslimah Gugat Perusahaan

Seorang mantan pekerja gudang pada Abercrombie & Fitch Co menggugat perusahaan pengecer pakaian itu di pengadilan federal Senin (27/6), karena dipecat secara ilegal setelah menolak melepaskan jilbab pada saat bekerja.

Hani Khan mengatakan, seorang manajer di perusahaan toko Hollister Co di Mal Hillsdale di San Mateo mempekerjakannya dengan memperbolehkan mengenakan jilbabnya. Manajer itu mengatakan, tak apa-apa memakainya asalkan warnanya sesuai dengan warna perusahaan.

Empat bulan kemudian, wanita 20 tahun mengatakan, seorang Manajer Distrik dan Manajer Sumber Daya Manusia bertanya, apakah ia bisa melepaskan jilbab saat bekerja, dan dia kemudian diskors dan dipecat karena menolak untuk melakukannya.

Ini akan menjadi tuntutan terbaru atas diskriminasi terhadap pekerja terhadap perusahaan yang menerapkan kebijakan “penampilan yang lebih disukai putih, muda, dan berperawakan atletik.”

Perusahaan berbasis di New Albany, Ohio, Amerika Serikat ini mengatakan, pihaknya tidak mentoleransi diskriminasi.

Namun demikian sejauh ini Abercrombie telah menjadi target banyak tuntutan hukum atas diskriminasi, termasuk gugatan class action federal yang dibawa oleh karyawan kulit hitam, Hispanik, Asia, dan pelamar pekerjaan, yang menghabiskan biaya sebesar $ 40 juta pada tahun 2004. Perusahaan mengakui tidak melakukan kesalahan, meskipun dipaksa untuk melaksanakan program dan kebijakan baru dalam bentuk meningkatkan keragaman. (Fani/hdt)