Walah… Dibilang Penjajah, AS Marah

Duta Besar Amerika Serikat untuk Afghanistan, Karl W. Eikenberry mengecam Presiden Hamid Karzai, yang menyamakan aksi militer di negaranya dengan sebuah pendudukan.

Eikenberry secara tidak langsung mengkritik pernyataan Karzai dengan berkomentar bahwa para pemimpin Kabul telah membuat statemen yang menyakitkan dan tidak pantas dengan menyebut AS sebagai penjajah. Demikian dilaporkan Press TV Senin (20/6).

“Ketika kita mendengar diri kita disebut penjajah dan buruk, maka perasaan kita tersinggung dan kita mulai kehilangan inspirasi,” tegas Eikenberry.

Pernyataan Eikenberry sebagai respon terhadap serangkaian komentar yang dibuat oleh Presiden Afghanistan, khususnya pernyataan bulan lalu bahwa kehadiran Amerika di Afghanistan bisa dianggap sebagai kekuatan pendudukan jika serangan terus diklaim untuk menyelamatkan warga sipil.

Kematian puluhan ribu warga sipil Afghanistan akibat dari serangan NATO dan militer AS sejak invasi Afghanistan pada 2001, telah memicu ketegangan antara Karzai dan Barat. Saat ini, ada sekitar 150.000 pasukan AS di Afghanistan.

Amerika menyerang Afghanistan dengan tujuan resmi membatasi militansi dan membawa perdamaian dan stabilitas ke kawasan. Akan tetapi, setelah 10 tahun pendudukan, kawasan ini masih tidak stabil dan militansi telah berkembang menuju Pakistan. (Fani/rpb)