Zionis Ancam Misi Kapal Freedom Flotilla 2

Petinggi militer Zionis-Israel mulai bersiap-siap menghalangi perjalanan Flotilla 2. Seorang yang namanya tak mau disebutkan menyatakan bahwa Tel Aviv memperingatkan setiap usaha angkutan laut para aktivis pro-Palestina untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

“Tidak akan ditemukan kapal menuju Gaza,” demikian kata sumber itu yang juga dikutip Reuters.

Laporan menyebutkan, peringatan itu diarahkan kepada sebuah armada bantuan yang akan bertolak menuju ke Gaza pada pekan ketiga bulan Juni.

Sumber Israel itu juga mengancam, “Jika pintu laut terbuka, Gaza akan dibanjiri dengan senjata dan roket.”

Freedom Flotilla 2 akan berlayar ke Jalur Gaza pada akhir Juni ini, untuk mematahkan blokade ilegal Zionis Israel di wilayah itu.

Salah satu penyelenggara armada bantuan ini, Insani Yardim Vakfi (IHH) yang berbasis di Turki, menyatakan pemberangkatan diatur agar sesuai dengan kondisi dalam negeri Turki.

“Kami akan berangkat ke Gaza akhir Juni, sesudah pemilu” yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni, demikian Salih Bilici, jurubicara IHH, sebagaimana dikutip Al-Ahram online baru-baru ini.

Konvoi yang rencananya akan beranggotakan 15 kapal dan ratusan relawan dari 50 negara itu semula dijadwalkan bergerak akhir Mei, menandai setahun sudah sejak penyerangan Zionis terhadap Freedom Flotilla 1 yang mengakibatkan tewasnya sembilan relawan Turki pada 31 Mei 2010.

Misi ini tetap dinamai Freedom Flotilla dalam rangka mengenang serangan Zionis Israel pada tanggal 31 Mei 2010 yang menggugurkan sembilan aktivis Turki dan melukai sekitar 50 lainnya.

Panitia seleksi yang terdiri dari wakil 22 negara akan menyeleksi para pendaftar melalui beberapa tahapan. Diperkirakan, Freedom Flotilla 2 yang akan berangkat dari Brussels, Belgia, akan berkekuatan lebih dari 1500 relawan dari lebih 100 negara yang akan menumpangi 15 kapal barang dan penumpang.

Siapkan Penjara

Seperti dilaporkan Kantor Berita DPA hari Rabu (15/6) mengutip radio Israel menyatakan, berbagai unit militer merampungkan latihannya secara terpisah dan kini tengah melakukan manuver gabungan.

Militer Israel juga telah mengosongkan dua penjara untuk menampung aktivis konvoi Freedom Flotilla 2 jika mereka berhasil dicegat dan ditangkap.

Tahun lalu, Freedom Flotilla yang terdiri dari 6 kapal dari Turki, Yunani, Swedia, dan Irlandia menarik perhatian dunia internasional sesudah diserang tentara Zionis di perairan internasional Laut Mediterania. Misi kemanusiaan yang d2kuti lebih dari 600 orang dari 32 negara, termasuk anggota-anggota parlemen, itu membawa sekitar 10 ribu ton bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza.

Subuh, 31 Mei 2010, sepasukan besar tentara Zionis menyerang, membunuh para relawan, dan membajak kapal-kapal itu dan memaksanya ikut ke pelabuhan Palestina yang dikuasai Zionis, Ashdod. Sesudah d2ntimidasi, d2nterogasi, diperlakukan secara tidak manusiawi, dan dipenjara selama 24 jam, seluruh relawan dideportasi oleh pemerintah Zionis Israel sesudah mendapatkan tekanan dari masyarakat dunia. (Fani/hdt)