Kapal Mavi Marmara Batal Ikut Berlayar Menuju Gaza

Kapal Turki Mavi Marmara, yang diserbu oleh pasukan Israel dalam perjalanan ke Gaza pada Mei 2010 lalu, tidak akan bergabung dengan armada kebebasan berikutnya yang akan menuju ke jalur pantai Gaza pekan mendatang, lapor penyelenggara konvoi Jumat kemarin (17/6), di tengah laporan yang saling bertentangan terkait keberangkatan kapal itu.

“Setelah kerusakan yang disebabkan penyerbuaan ke Mavi Marmara, kita tidak dalam posisi untuk pergi ke laut,” kata Bulent Yildirim, presiden IHH lembaga amal Islam yang memiliki kapal dan ujung tombak dari misi berlayar menuju Gaza.

Sementara itu, harian Israel Haaretz melaporkan bahwa anggota IHH mengatakan otoritas pelabuhan di Turki tidak menyediakan mereka dengan persetujuan yang diperlukan untuk keberangkatan kapal.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu meminta aktivis untuk memikirkan kembali misi berlayar mereka setelah adanya pembukaan penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir.

Namun dia mengatakan dia hanya bisa menyerukan, dan tidak bisa mencegah, IHH independen untuk hal ini, dalam menanggapi seruan dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang meminta semua pemerintah untuk menggunakan pengaruh mereka dalam upaya mencegah armada tersebut berlayar.

Surat kabar Hurriyet Turki mengatakan Kamis lalu bahwa pemerintah telah menggunakan “saluran langsung” untuk menekan IHH untuk tidak berlayar dengan armada Gaza. Namun pemberitaan ini dibantah langsung oleh IHH/

Huseyin Oruç anggota dewan IHH mengatakan awal pekan ini bahwa kelompok mereka akan mengevaluasi kembali rencana untuk melakukan perjalanan ke Gaza karena perkembangan baru di kawasan itu, Hurriyet melaporkan.

Menlu Turki Davutoglu telah menyarankan bahwa bantuan sekarang bisa disampaikan tanpa memprovokasi Israel atau mempertaruhkan kehidupan warga.

Namun IHH menekankan dalam sebuah pernyataan Jumat kemarin bahwa mereka tetap akan berpartisipasi dalam armada dengan cara lain, mengatakan bahwa “apa yang disebut saluran untuk memberikan bantuan ke Gaza, yang disebut oleh para pemimpin dunia untuk berusaha menghentikan misi kami, tidak memungkinkan untuk memnuhi kebutuhan rakyat Gaza yang harus dipenuhi karena banyaknya pembatasan dari Israel, juga tidak memberi kebebasan bagi warga Palestina.”

“Perwakilan dari IHH dan aktivis Turki akan berlayar dengan kapal-kapal armada lainnya,” kata kelompok tersebut.

Dalam pernyataannya, IHH mengatakan mereka menarik kapal Mavi Marmara Mavi dari konvoi armada, di mana sekitar 10 kapal lainnya sedang mempersiapkan untuk berlayar dari Eropa dan pelabuhan AS. (Fani/erm)