Pengikut Syiah Bikin Gaduh Tabligh Akbar di Depok

Tabligh Akbar “Ahlussunnah Bersatu Menolak Syi’ah” di Masjid Al-Furqan DDII, Jalan Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jum’at (10/6/2011) yang diwarnai insiden kecil dengan disusupinya pengikut Syi’ah, kini giliran Masjid Baitul Kamal, Depok yang Ahad (12 Juni 2011) lalu menggelar Tabligh Akbar ”Mengenal Hakikat Syi’ah”. Kali ini Tabligh Akbar diselenggarakan oleh HASMI Depok.

Jika di DDII, para penyusup lebih bersikap taqiyyah alias sembunyi-sembunyi, sedangkan di Masjid Baitul Kamal Depok, mereka datang secara terang-terangan, menunjukkan jatidirinya sebagai penganut Syi’ah. Bahkan jumlah mereka tidak sedikit.

Dari pantauan voa-islam, mereka datang bergerombol, baik laki-laki maupun perempuan, lalu berupaya membuat gaduh suasana, terutama saat sesi tanya jawab dan usai acara. Kegaduhan mulai terasa ketika, beberapa pengikut Syi’ah bersholawat, sambil memprotes terhadap jalannya kegiatan ini yang dinilainya tidak ilmiah dan cenderung menghakimi.

Di saat Tabligh Akbar berlangsung, sebuah selebaran gelap yang mengatasnamakan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, kembali disebar di tengah jamaah. Tentu saja Fatwa MUI buatan Syi’ah ini palsu, karena tak disertai dengan logo MUI, stempel maupun tanda tangan pengurus MUI. Di samping itu, Fatwa MUI Palsu ini bertentangan dengan Fatwa MUI yang asli pada bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 M yang menyatakan bahwa faham Syi’ah berbeda dengan akidah Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.

Berkat kesigapan panitia, selebaran tersebut bisa diamankan. Secara bersamaan, HASMI kembali memberikan pernyataan sikap terhadap hasil kesepakatan sejumlah ormas Islam yang diadakan di Masjid Al Furqon DDII, beberapa waktu lalu (Jum’at, 10 Juni 2011), yakni menolak paham Syi’ah dan menuntut pembubaran Syi’ah. Dalam Tabligh Akbar itu hadir sebagai pembicara: KH. Ahmad Dimyati Badruzzaman (Ketua MUI Depok) dan Ustadz Ibrohim Bafadhol Lc (pengamat paham Syiah). (Fani/Vis)