Geert Wilders Desak Kanada Larang Imigran Muslim

Ulah anggota parlemen Belanda Geert Wilders kian menjadi-jadi. Aksinya kali ini yang terkait anti-Islam adalah ia mengajak Kanada untuk melarangan imigran Muslim. Hal itu disampaikan dia ketika berada di Kanada, Senin (9/5).

Ia mengaku harap-harap cemas tatkala melihat perkembangan Muslim di Kanada. Wilders mengakui apa yang disaksikannya di Kanada sebagai bahaya yang ditimbulkan oleh politik Islam ke peradaban Barat. Ia melanjutkan, Kanada berada dalam bahaya dari “pengambilalihan bermusuhan dan menjadi perkembangan Islam” di masa mendatang.

“Apa yang terjadi di Eropa juga akan terjadi di sini. Kita harus bangun dengan kenyataan bahwa islamisasi berarti berkurangnya kebebasan untuk kami dan anak-anak kita,” tuturnya kepada jaringan media lokal Sun News.

Dia mengatakan, sejak Kanada membantu Belanda keluar selama Perang Dunia Kedua, ia merasa berkewajiban untuk memperingatkan Kanada bahwa “kebebasan adalah hal yang paling berharga yang kita miliki.”

“(Tentara Kanada) tidak memberikan hidup mereka ke Eropa secara gratis, (sehingga) 50, 60, 70 tahun kemudian kami akan menghadapi ideologi totalitarianisme lain yang disebut Islam,” sambungnya lagi.

Ia mendesak Kanada untuk menutup pintu bagi imigran dari Muslim Timur Tengah. “Bagi orang yang tidak menginginkan ada masalah lebih buruk. Hentikan imigrasi dari negara-negara non-Barat dan hentikan proses islamisasi dan pembangunan masjid. Inilah yang sebenarnya harus kita lakukan,” katanya menandaskan.

Populasi Muslim Kanda berkisar satu juta orang dari jumlah penduduk Kanada sebesar 34 juta.

Red: Fani
Sumber: Republika.co.id