Israel Berupaya Larang Adzan di Al-Alqsha

Selama berabad-abad seruan adzan di Al-Quds/Yerusalem selalu dikumandangkan, kini Israel berencana melarang adzan karena mengganggu (membuat bising) penduduk Yahudi. Perkara ini sudah diusulkan di Kenesset.

Knesset, badan legislatif unikameral Israel, saat ini menerima saran agar melobi keputusan untuk menghentikan adzan melalui pengeras suara di masjid dan juga termasuk mengontrol volume pengeras suara di masjid-masjid.

Mengetahui rencana Israel melarang Adzan di Al-Aqsha, secara serentak penduduk Palestina menolak rencana itu. Rencana itu dianggap strategi Israel untuk menguasai Al-Quds.

“Adzan di Al-Aqsha sudah berlangsung selama 15 abad terakhir. Adzan pertama kali di Al-Quds dikumandangkan oleh sahabat Rasulullah saw, Bilal bin Rabbah,” kata Sheikh Ikrimah Shabri, Ketua Lembaga Tinggi Islam Palestina kepada Alarabiya.net, Rabu (27/4).

“Kami menyadari bahwa penjajah [Israel] tidak melindungi ritual keagamaan dan syi’ar-syi’arnya. Dan sebenarnya yang mengganggu (membuat bising) itu bukanlah suara adzan, tapi justru suara bom dan pesawat tempur Israel,” tambah Sheikh Shabri.

Lembaga Tinggi Islam ini sebelumnya juga gencar menolak rencana yahudisasi Al-Quds. Pada tahun 2010, dia mengajukan permohonan untuk membatalkan rencana mengubah alun-alun Al Buraq di dekat Masjid Al Aqsha. Menurutnya, gerakan-gerakan seperti itu mengancam rakyat Palestina dan Islam.

“Bagaimana kita dapat mengetahui waktu shalat jika adzan tidak boleh dikumandangkan?” kata seorang penduduk Yerusalem pada Alarabiya, yang tidak disebut namanya.

Masjid Al-Aqsha seringkali mendapat serangan dari Israel, mulai dari membuat terowongan di bawah masjid dan yang terakhir berupaya untuk melarang adzan dari Al-Aqsha.

“Kalau sekarang mereka melarang adzan di Al-Aqsha, maka besok mereka akan melarang untuk shalat di dalamnya,” ujar salah seorang penduduk Palestina.

Red: Fani
Sumber: Al-Arabiya