Wikileaks: Tahanan Guantanamo Digantung Selama Interogasi

Situs whistle blower WikiLeaks lagi-lagi membeberkan borok pemerintahan Amerika Serikat. Telegraph mewartakan, Senin (25/4), penjara Guantanamo ternyata baru memenjarakan sekitar 220 orang yang dinilai Amerika sebagai pelaku teroris internasional berbahaya.

Sementara itu, 150 orang tidak bersalah justru malah dijebloskan ke dalam penjara paling menakutkan di dunia. Mereka adalah warga Afghanistan yang tidak bersalah atau Pakistan, termasuk petani, koki, dan sopir yang ditangkap atau bahkan dijual kepada pasukan AS dan ditransfer di seluruh dunia.

Dalam dokumen rahasia, komandan senior AS menyimpulkan bahwa dalam puluhan kasus tidak ada alasan bahwa mereka dijebloskan ke Guantanamo.

Dalam dokumen ini juga diberitahu secara detail teknik kontroversial yang digunakan penjaga Guantanamo untuk memperoleh informasi dari tahanan. Salah satunya, posisi tahanan harus tergantung saat menjawab pertanyaan selama interogasi, posisi stres dan kurang tidur, yang dianggap sebagai penyiksaan.

Red: Fani
Sumber: Hidayatullah