Freedom Flotilla II Minta Dunia Lindungi Mereka dari Serangan Israel

Kampanye Eropa untuk mengakhiri pengepungan di Gaza, penyelenggara armada Kebebasan (Freedom Flotilla) kedua, telah menyerukan adanya intervensi dunia setelah para pejabat Israel mengancam secara publik bahwa militer mereka akan menyerang konvoi Armada Kebebasan kedua jika tetap melanjutkan untuk memecahkan blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Sebelumnya angkatan laut Israel menyerang kapal armada kebebasan pertama Gaza pada akhir Mei lalu, menewaskan sembilan aktivis dan menyebabkan puluhan lainnya cedera.

“Apa yang diterbitkan dalam surat kabar Israel pada hari Senin yang menyatakan bahwa militer Israel siap untuk menyerang Armada Kebebasan 2 dan menguasai semua kapal yang menuju Gaza dengan menggunakan kapal perang mempertegas pengakuan sebelumnya kepada publik bahwa Israel berencana untuk menggunakan agresi militer yang dapat menanggung konsekuensi serius,” kata anggota kampanye Eropa Mazen Kaheel dalam siaran pers terbaru.

“Ancaman israel mengharuskan masyarakat internasional, Dewan Keamanan secara khusus, bergerak untuk mencegah serangan terhadap ratusan pendukung perdamaian global,” katanya, menekankan bahwa Israel telah menunjukkan kemampuannya dengan serangan mereka terhadap konvoi Armada kebebasan pertama tahun lalu.

Dia mengatakan bahwa ancaman itu menunjukkan kesombongan Israel, tetapi mereka tetap tidak akan menghalangi peserta dari mengambil bagian dalam misi ini. Koalisi Armada kebebasan 2, yang meliputi kampanye Eropa, sejak ancaman itu dibuat menerima peningkatan permintaan warga yang ingin berpartisipasi dalam pelayaran ke Gaza.

Kaheel mencatat bahwa pemerintah Israel saat ini “bingung” tentang konvoi mereka, mengklaim konvoi dipimpin oleh kaum kiri anti-Israel, dan pada bagian lain menuduh konvoi dipimpin oleh kelompok Islam ekstrim. Padahal mereka mengetahui dengan baik bahwa peserta konvoi adalah aktivis hak asasi manusia, politisi, media dan politisi Eropa,” katanya menegaskan.

Red: Fani
Sumber: Eramuslim