Katolik Roma: Internet Suburkan “Paham Setan”

Sebuah Konferensi di Roma membahas fenomena Satanisme di kalangan Katolik dihadiri 60 lebih imam, dokter, psikolog, psikiater, dan pekerja kaum muda. Mereka membahas cara melawan bahaya (penyembahan setan).

Penyelenggara mengatakan, meningkatnya Satanisme dalam tahun-tahun belakangan ini dianggap enteng padahal sangat berbahaya.

Satanisme yang meningkat akibat pengaruh internet mengakibatkan meningkatnya permintaan akan semakin banyak pengusir setan, demikian peringatan dari para narasumber dalam sebuah konferensi eksorsisme di Roma.

Kalangan Katolik menilai, internet sangat memudahkan akses terhadap informasi tentang (penyembahan setan) dan occult (perdukunan), kata para pakar dalam konferensi yang diselenggarakan pekan ini di Regina Apostolorum Pontifical University di Roma, yang berada di bawah kuasa Vatikan, demikian UK Telegraph sebagaimana dikutip Ucanews.

“Lebih dari sebelumnya, Internet mempermudah orang untuk memperoleh informasi tentang Satanisme,” kata Carlo Climati, seorang anggota universitas tersebut yang secara khusus mempelajari bahaya-bahaya yang ditawarkan Satanisme bagi orang muda.

“Hanya dalam hitungan menit, Anda bisa berkontak dengan berbagai kelompok Satanist (penyembah Setan) dan memperoleh banyak informasi tentang occultism (keyakinan-keyakinan terkait perdukunan). Konferensi ini bukan tentang cara menjadi seorang exorcist (pengusir setan). Konferensi ini hanya untuk berbagi informasi tentang eksorsisme, Setanisme, dan berbagai sekte perdukunan.

Konferensi ini dimaksud untuk membantu keluarga dan para imam. Orang muda sangat beresiko, terutama mereka yang berada dalam kesulitan atau mereka yang secara emosional rapuh,” kata Climati.
Munculnya Gereja Setan.

Media pernah meributkan masalah “Gereja Setan” pada tahun 1960-an dan 1970-an. Masalah ini bahkan pernah menjadi judul utama film dokumenter Satanis (1970).

Sebelumnya, tahun 1950-an, Anton LaVey pernah membentuk sebuah kelompok yang dinamakan “The Order of the Trapezoid”, yang kemudian berubah menjadi badan pengurus “Gereja Setan”.

LaVey juga muncul dalam film Kenneth Anger, “Invocation of my Demon Brother”, dan berperan sebagai penasehat teknis dalam film “The Devil’s Rain” (dibintangi oleh Ernest Borgnine, William Shatner, dan John Travolta).

Pada tahun 1975, LaVey menciptakan kontroversi dalam “Gereja Setan” itu sendiri dengan menghilangkan sistem “Grotto” Gereja dan mengeluarkan orang-orang yang dia anggap menggunakan Gereja ini sebagai prestasi di dunia luar. Pada saat yang sama, LaVey menjadi lebih selektif dalam menerima wawancara. Aktivitas yang “tertutup” ini kemudian menyebabkan rumor bahwa Gereja ini telah tutup atau LaVey telah mati.

Pada tahun 1980-an dan 1990-an, “Gereja Setan” dan para anggotanya ditengarai aktif dalam memproduksi film-film, musik, dan majalah-majalah yang berhubungan dengan Setanisme.

(Hade/Hidayatullah.com)