Aktivis Islam Menghadapi Tantangan Global: Dampak yang Ditimbulkan Sekulerisme di negeri-negeri Islam

Sebagai akibat dihapuskannya khilafah Islam tahun 1924 M, maka terjadi perubahan dalam segala hal di dunia Islam. Negeri-negeri Islam berubah menjadi boneka mainan di tangan negara-negara besar yang saling terlibat konflik kepentingan, utamanya Rusia dan Amerika. Sementara jaringan Masoni internasional yang dikendalikan secara rahasia oleh Yahudi mempunyai peranan besar dalam persekuleran negeri-negeri Islam melalui kaki tangan mereka di dalam (negeri Islam), baik penguasa militer maupun sipil.

Inilah fenomena perubahan yang melanda umat Islam:

Di Bidang Pemerintahan dan Negara

Al-Qur’anul Karim dijauhkan dari kendali pemerintahan, syari’at Islam disingkirkan dari sistem kehidupan dan para penguasa mendaulat diri mereka sebagai tuhan-tuhan yang berhak membuat undang-undang untuk manusia, dimana undang-undang tersebut hasil bisikan syetan-syetan mereka dan sesuatu yang timbul dari hawa nafsu mereka.

Dari sisi eksistensi politik, maka wihdatul Islam yang membentang kekuasaannya dari Barat ke Timur terpecah belah dan tercerai berai menjadi banyak bagian dan negeri-negeri kecil dan menjadi boneka permainan di tangan negara-negara besar.

Di Bidang Kehidupan Sosial

Kaum wanita dilibatkan dalam perang pemikiran sebagai senjata untuk melawan Islam. Mereka dijerumuskan ke dalam neraka kesengsaraan di bawah slogan-slogan memikat dan memperdaya dengan seruan-seruannya untuk membebaskan diri dari masa-masa kegelapan, setelah itu mereka diperjual belikan sebagai barang dagangan secara murah dan dipersembahkan sebagai korban murahan para propagandis paham materialisme dan ibahiyah (permisifisme), dan menjadi corong-corong terompet kerusakan dan kebobrokan moral untuk merusak manusia.

Gelombang kerusakan dan kebobrokan moral melanda negeri-negeri Islam dengan indikasi, keluarnya wanita muslimah tanpa penutup kepala, bersolek dan menampakkan perhiasannya dengan penampilan yang memikat dan menggoda lawan jenis. Terjadinya ikhtilath di sekolah-sekolah, universitas-universitas, tempat-tempat kerja dan setiap institusi; diperbolehkannya minuman keras, tempat-tempat pelacuran, kafe-kafe, diskotik, kolam renang, menjadi tempat bertemunya lelaki dan perempuan yang rendah akhlaknya; di tempat-tempat itulah kehormatan dirusak dan dicemarkan, rasa malu dan kehormatan dikoyak-koyak.

Di Bidang Politik

Bumi dan tanah air Islam tercerai berai oleh tangan para Ruwaidhah (orang yang rendah, hina dan pander), antek-antek pengkhianat yang didik oleh kaum kolonialis dan diorbitkan oleh golongan Masoni dan disiapkan untuk menjalankan rencana-rencana jahatnya di negeri-negeri Islam.

Sosok para Ruwaidhah yang memiliki sifat khianat, rendah dan antek musuh ini diterangkan dalam hadits Nabi saw.

“Sesungguhnya akan datang pada generasi umat ini masa-masa yang penuh dengan tipu daya, orang-ornag yang jujur didustakan sementara orang-orang yang dusta dibenarkan, orang-orang yang amanah dianggap khianat sedangkan orang yang khianat dipercaya, dan Ruwaidhah berbiacara di masa tersebut. Beliau ditanya, “Apa itu Ruwaidhah? Beliau menjawab, “Seorang fasik yang berbicara dalam urusan umum,” dalam riwayat lain disebutkan, “Orang yang rendah lagi hina.” (HR Ahmad, Abu Ya’la, dan Ath-Thabrani dari Anas bin Malik).

Tugas dari kaum Ruwaidhah, antek-antek kaki tangan musuh adalah menjual Negara, menjalankan rencana musuh-musuh Islam, membungkam mulut para da’I, memecah belah umat Islam dalam kelompok-kelompok dan golongan, menyebarkan sentiman jahiliyah dan fanatisme etnis kesukuan, menjauhkan generasi Islam dari manhaj Allah, mempertuhankan tokoh-tokoh mereka sebagai sesembahan selain Allah, menenggelamkan para pemuda dalam kemaksiatan dan perbuatan asusila, mananamkan benih kekufuran dan keragu-raguan terhadap akidah Islam di masyarakat di berbagai tempat.

Di antara wujud nyata tindakan khianat para ruwaibidhah pada masa sekarang ini adalah menjual negeri Palestina tahun 1947 kepada Yahudi, lewat upaya-upaya yang ditempuh oleh perkumpulan Masoni dunia dan para antek-antek mereka di dalam negeri Islam. Maka tak lama setelah berakhir perang 1948, orang-orang Yahudi telah memiliki negara dan kekuatan dan telah diperlengkapi pula dengan pemerintahan dan parlemen…, dan terus memperluas dan memperlebar wilayah negerinya hingga menduduki Masjidil Aqsha tahun 1967, dan terus melakukan aneksasi hingga merebut wilayah Sinai dan dataran tinggi Gholan tahun 1973. Israel akan terus memperluas dan memperlebar wilayah kekuasaannya –jika rencana mereka berjalan—hingga dapat menguasai wilayah yang menjadi ambisi mereka, yakni dari sungai Eufrat hingga sungi Nil.

Hingga kini, kami belummendengar kalau ada pemerintah Arab dan islam yang telah menyiapkan rencana militer guna membebaskan tanah Palestina dan menyelamatkan Masjidil Aqsha dari cengkraman orang-orang Yahudi.

Bidang Ekonomi

Perampokan harta kekayaan melalui lembaga-lembaga keuangan dan bank-bank ribawi dan pendirian perusahaan-perusahaan asuransi yang hidup dengan jalan mengeksploitasi; pembangunan tempat-tempat hiburan dan gedung-gedung pertunjukan untuk menghisap harta kekayaan melalui transaksi seks dan perilaku asusila, mengumpulkan harta kekayaan dengan segala cara meski dengan menjual kehormatan dan harga diri dan memandang harta/materi sebagai sesembahan selain Allah.

Dan lebih tragis lagi dan memilikukan melihat kenyataan negeri-negeri Islam dijadikan pangsa pasar bagi barang-barang produksi negeri-negeri Barat kapitalis atau negara-negara Timur komunis tanpa ada semangat untuk mendirikan pabrik sendiri, menggunakan produk-produk lokal dan mendirikan perusahaan-perusahaan Islam yang memberi manfaat bagi negara dan bangsa tidak menggantungkan pada barang-barang impor dan dapat mencukupi kebutuhan dengan hasil produksi sendiri.

Bidang Media Massa

Berbagai jaringan media massa seperti televisi, radio, panggung hiburan, pusat-pusat kebudayaan, surat kabar, majalah, buku-buku dan sarana-sarana yang lain di sebagian masyarakat Islam dieksploitasi untuk tujuan buruk, yaitu memalingkan generasi Islam dari aqidah, akhlaq, dan ajaran Islam; bahkan sebagian besar program dan acaranya mengajak dan menyeru untuk melecehkan kehormatan, kepada tindakan kotor dan zina, mendorong ke arah pergaulan bebas, ikhtilath dan kerusakan sosial. Sangat sedikit sekali program dan acara yang bertujuan menyebarkan ilmu pengetahuan, mengarahkan kepada kebaikan dan mendorong kepada keutamaan dan moralitas yang baik.

Dan lebih menghancurkan lagi bahwa sarana media masa dijadikan alat untuk memusuhi dan merampas harakah-harakah Islam, membuat opini publik terhadap para aktifis dan pemimpinnya sebagai agen asing dan menyebutkan sebagai orang-orang kolot dan ketinggalan zaman, bahkan mereka asing dituduh sebagai pengacau, pelaku kejahatan dan ancaman bagi keamanan dan perdamaian.

Itu semua dilakukan supaya kaum muslimin tidak bisa menegakkan kepala dan jama’ah-jama’ah Islam yang mukhlis tidak bisa hidup di negeri-negeri Islam!

Di Bidang Pendidikan dan Pengajaran

Sebagian besar yang memegang kendali pendidikan dan pengajaran di Departemen Pendiidkan, mengkonsep kurikulum, membuat silabus dan menyusun buku-buku pelajaran, menyusun metode pengajaran bagi pengajar dan akedemis di negeri-negeri Islam adalah tokoh-tokoh yang mempunyai keterkaitan dengan kaum Masoni atau missionaris atau kolonialis dan terkadang dengan kaum komunis dan sosialis.

Kadang keterkaitan mereka hanya sebatas pemikiran, tetapi kadang juga terkait secara struktural (organisasi)..Ini benar-benar menimbulkan ancaman dan musibah yang besar!

Mereka tidak kenal lelah dan dalam menanamkan ajaran dan pikiran yang menimbulkan keragu-raguan dalam melecehkan dien, menyeru kepada kekufuran serta mendorong ke arah kehidupan yang tak berakhlaq dan serba boleh.

Pada Rencana-Rencana Jahat Musuh Islam.

Semua kekuatan anti Islam dan konspirasinya dari golongan kafir salibi, Yahudi, Komunis, Masoni, missionaris, kolonialis dan orientalis saling bersekongkol, bahu membahu, bersatu padu dan bantu membantu dalam memerangi Islam dan dalam mengikis aqidah rabbani dari dalam diri kaum muslimin. Rencana-rencana mereka untuk menghancurkan dan melenyapkan, menimbulkan keraguan dan menyesatkan serta mengkristenkan dan membaratkan kaum muslimin terus berjalan.

Itulah keadaan dunia Islam setelah Khilafah Islam dilenyapkan…dan sejak saat musuh-musuh Islam menyerbu dan menerkam negeri-negeri Islam.

Sebagai dampak dari keruntuhan Khilafah Islamiyah, maka berubahlan konsep ideologis dan pemikiran sebagian abna’ul Islam sehingga atheisme leluasa menyebarkan kesesatan dan kekafirannya, dan bergantilah nilai-nilai akhlaq di kalangan sebagian pemuda Islam sehingga mereka berpenampilan kebarat-baratan..dan jadikan keadaan kaum muslimin seperti binatang-binatang buat yang saling menjauhi dan bermusuhan, seperti keadaan bangsa-bangsa yang prmitif yang saling bertikai dan bermusuhan.. dan seperti bangsa-bangsa yagn diperbudak pada masa perbudakan.

Dahulu kaum muslimin mempenyuai negeri yang sangat luas, dimana dengan tekad dan keuletan jihadnya mampu menundukkan dua imperium besar Romawi dan Persi. Kekuasan mereka terus membentang hingga negeri Sind di Timur; negeri Khazar (Kaspia), Armenia dan Rusia di Utara dan masuk dalam pemerintahannya yang adil negeri Syam, Barqah, Tripoli Barat (Libya) dan negeri-negeri di benua Afrika.

Daulah mereka terus bertambah luas dan membentang hingga wilayah-wilayah negeri Sind dan sebagian negeri-negeri India, Turkistan dan terus menambah hingga perbatasan negeri China di timur dan masuk negeri Andalusia di Eropa pada ujung baratnya.

Sehingga ada yang berkata, “Matahari dulu tak pernah tenggelam dan kerajaan Islam dan negeri kaum muslimin.”

Kaum muslimin pada masa lalu mencapai kebesaran, keagungan, kejayaan dan keabadian, karena:

  1. Mereka beriman bahwa Islam adalah tatanan hukum dan sistem kehidupan.
  2. Mereka meyakini bahwa mereka adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia
  3. Mereka menjalankan peran mereka dalam membebaskan umat manusia dari penghambaan terhadap sesama manusia kepada penghambaan terhadap Allah semata
  4. Mereka telah membangung peradaban yang jika bukan karena mereka niscaya dunia tetap dalam kegelapan, kekacauan, keterbelakangan, kebodohan dan kemerosotan.
  5. Mereka terjun ke kancah-kancah jihad untuk melakukan penaklukkan dan pembebasan dengan prinsip “Isykariman au mut Syahidan” (hidup mulia atau mati syahid).

Dengan bermodalkan itu semua, bertolaklah armada-armada pasukan Islam ke berbagai belahan bumi dan ke seluruh penjuru dunia, meperadabkan bangsa-bangsa, memuliakan manusia, mewajibkan pengetahuan dan menyebarkan panji-panji ilmu di permukaan bumi dan meletakkan prinsip-prinsip keadilan, kemerdekaan dan persamaan di dalam relung hati zaman.

Para ahli sejarah hampir-hampir bersepakat bahwa peradaban Islam berpindah ke Barat melalui Andalusia, Secilia, Perang Salib dan madrasah-madrasah penterjemahan di utara Spanyol, Prancis dan Italia. Kita serahkan penilaiannya kepada para pemikir barat, ilmuwan dan filosuf mereka.., atau sikap mereka yang mengingkari kebesaran peradaban Islam, ketinggian sistem perundang-undangannya dan ajarannya yang dinamis dan universal..; dan para pengkhianat dan antek-antek musuh yang menganut agama kita dan berbicara dengan bahasa kita.

Gustav Lebon dalam bukunya “Hadhratul Arab” menukil perkataan Liebry, “Andaikata bangsa Arab tidak muncul dalam pungguh sejarah, maka kebangkitan Eropa moderen akan terunda berabad-abad lamanya.” “Kita tidak melihat dalam sejarah suatu bangsa yang dahulu berhubungan dengan bangsa Arab, pasti mengikuti peradaban mereka walau hanya dalam suatu periode zaman..”

Siediloth mengatakan dalam bukunya “Tariikh Al-Arab”, “Pada abad-abad pertengahan kaum muslimin mencapai kemajuan sendirian tanpa ada saingan di bidang ilmu pengetahuan, filsafat dan seni… mereka menyebarkannya dimanapun menjejakkan kaki dan dari mereka, ilmu pengetahuan, filsafat dan seni tersebut diserap ke Eropa, merekalah yang menjadi sebab kebangkitan dan kemajuan bangsa Eropa.”

Berkata Lane Bowl dalam bukunya “Al-Arab fie Asbaniyaa”, “Dahulu bangsa Eropa yang tak kenal baca tulis mengalami kebodohan dan keterkucilan pada saat dimana Andalusia (kini Spanyol) memegang kepemimpinan di bidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan di dunia.”

Tak hanya mereka saja yang memberikan pengakuan dan kesaksian tersebut, tapi banyak juga orang-orang asing (non muslim) lain yang bersikap obyektif memuji kebesaran Islam dan pengaruhnya yang demikian kuat pada aspek kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

Sumber: Diringkas dari kitab Asy-Syabab al-Muslimu Fii Muwaajahati at-Tahaddiyaati, atau Aktivis Islam Menghadapi Tantangan Global, karya: Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan, terj. Abu Abu Abida al-Qudsi (Pustaka Al -‘Alaq, 2003), hlm. 153-161.