Sinagog di Bawah Al-Quds Ancam Bangunan Muslim Palestina

Palestina mengutuk keras dibukanya tempat ibadah baru milik Israel di pusat pemukiman warga Muslim di Al-Quds Timur (Yerusalem).

Para pejabat pemerintah Israel setempat baru-baru ini diminta untuk memindahkan perancah yang menopang terowongan di bawah rumah-rumah warga Palestina. Pembersihan itu guna memudahkan umat Yahudi beribadah di tempat yang terletak kurang dari 100 meter sebelah utara Tembok Barat Al-Quds tersebut.

Tetapi Yayasan Wakaf Al-Aqsa yang mengawasi pengelolaan situs keagamaan Muslim di Al-Quds Timur, mengancam keras jika tempat tersebut jadi dibuka, sebagaimana dilansir PressTV Ahad (16/1).

Palestina menganggap Al-Quds Timur sebagai ibukota negara masa depan mereka, dan menganggap tindakan seperti itu sebagai upaya Israel untuk mengklaim tempat-tempat suci kaum Muslim.

Tujuhbelas keluarga tinggal tak jauh dari lokasi tersebut.

Tahun 1971, Israel membangun terowongan pertamanya di bawah Masjid Al-Aqsa, yang menyebabkan banyak bangunan warga Palestina di dekatnya nyaris runtuh. Kemudian, Israel membangun penahan terowongan untuk menghindari bangunan runtuh ke bawah, tetapi sekarang diputuskan untuk menyingkirkannya.

Sementara orang-orang Israel terus berpacu merebut tanah Palestina, orang-orang Palestina mengatakan akan terus berjuang menyelamatkan apa yang tersisa dari tanah mereka dan tempat suci ketiga Islam, yaitu Masjid Al-Aqsa.

Sementara itu radio militer Israel melaporkan pembangunan sedikitnya 1.400 unit pemukiman di dekat perumahan Gilo, sebelah selatan pinggiran Al-Quds Timur, yang akan segera mendapatkan otorisasi dari komisi perencanaan pembangunan Israel.

Proyek dua tahap yang berlokasi di luar Jalur Hijau tersebut, akan memperluas perbatasan Gilo hingga ke Tepi Barat.

Rencana pembangunan tersebut adalah salah satu yang terbesar di kawasan Jalur Hijau, bahkan lebih besar dari rencana pemukiman yang meningkatkan ketegangan hubungan antara Israel dan Amerika Serikat.

Red: Fani
Sumber: hidayatullah