Seperlima Prajurit AS Menderita Gangguan Jiwa Akibat Perang

Sebuah laporan militer Amerika Serikat menyebutkan bahwa 20 persen prajuritnya yang kembali dari perang Irak menderita gejala penyakit mental. Demikian dilansir Islammemo.cc, Minggu (28/11).

Laporan yang sudah dipublikasikan pada akhir Juli tersebut juga mengatakan bahwa tingkat bunuh diri dalam tubuh militer AS telah melebihi tingkat bunuh diri di masyarakat sipil untuk pertama kalinya sejak Perang Vietnam.

Laporan itu mengungkapkan bahwa selama awal bulan Oktober 2008 sampai 30 September 2009, sebanyak 160 prajurit AS telah bunuh diri.

Nasib yang sama dengan prajurit AS juga dialami prajurit Prancis yang pulang dari perang di Afghanistan. Mereka juga mengalami gangguan mental.

Marchand, Kepala Bagian Perawatan Psikologi Pasukan Darat Prancis mengatakan bahwa prajurit Prancis di Afghanistan menghadapi kekerasan setiap hari. Situasi seperti inilah yang berdampak besar terhadap psikologi mereka.

Menurut Marchand, keadaan alam Afghanistan yang keras, seperti pegunungan yang memiliki cuaca panas ataupun dingin, juga mempengaruhi psikologis para prajurit. (ism/hdt/Fani)