OKI Kecam Negara Penolak Resolusi Penistaan Agama

Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas absennya lima dari anggotanya dalam mendukung resolusi penistaan agama di Majelis Umum PBB di New York. Demikian dilansir Islammemo.cc, Kamis (25/11).

Juru bicara OKI mengancam bahwa OKI mengambil tindakan pencekalan terhadap negara-negara yang menentang keputusan yang telah disepakati sebelumnya. Dan yang paling mungkin dilakukan adalah pencekalan fasilitas-fasilitas dari organisasi yang berada di bawah OKI, seperti Bank Pembangunan Islam.

Sumber OKI tersebut mengatakan, adanya tekanan Barat terhadap negara-negara seperti Benin, Burkina Faso, Albania, Gabon, dan Kamerun, serta Bosnia dan Herzegovina, untuk tidak menyumbangkan suara. Negara-negara tersebut adalah anggota pengamat organisasi.

Menurut sumber OKI itu juga, seharusnya negara-negara anggota tersebut satu suara mengenai isu yang telah disepakati dalam pertemuan menteri luar negeri negara-negara Islam di Tajikistan, bulan Maret lalu. Dari pertemuan tersebut, OKI telah menelurkan kesepakatan untuk mendukung resolusi penistaan agama itu.

Negara-negara Barat sejak awal memang sudah tidak mendukung resolusi tersebut. Bahkan kampanye untuk menolak resolusi tersebut telah dilakukan, dengan alasan bahwa resolusi tersebut membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Majelis Umum PBB kemarin telah menyutujui resolusi pertama dengan dukungan 74 negara untuk mencegah penistaan agama, termasuk di dalamnya China dan Rusia. Sedangkan 64 negara lainnya menolak, dan 42 negara melarang resolusi tersebut. (ism/hdt/Fani)