Al-Azhar Tolak Serial TV tentang Nabi Yusuf Buatan Iran

Al-Azhar Mesir menyerukan pelarangan serial televisi Iran yang mengangkat cerita tentang Nabi Yusuf dengan alasan bahwa hal itu melanggar larangan untuk meniru nabi dalam Islam.

Pusat Riset Islam (CIR), yang berafiliasi dengan al-Azhar, institusi terkemuka di dunia Islam Sunni, menyuarakan keberatan mereka terhadap serial televisi Iran Yusuf al-Siddiq (Yusuf, yang Jujur) yang ditayangkan di Melody Drama pada saluran tv satelit Mesir Nile Sat .

CIR menyatakan keberatannya tersebut dalam pertemuan bulanan Kamis lalu dengan menyatakan keprihatinan mereka tentang adanya visualisasi peniruan para nabi dan menyatakan keberatan mereka pada serial tv baru Iran tersebut kata Sekretaris Jenderal CIR Syaikh Ali Abdul Baqi.

“Kami menolak penayangan serial tv ini pada setiap saluran TV Mesir sesuai dengan keputusan sebelumnya yang diambil oleh CIR yang melarang peniruan atau visualisasi nabi dalam drama TV,” katanya kepada Al Arabiya.

Meskipun adanya seruan untuk melarang acara itu, Abdul Baqi menjelaskan bahwa keputusan yang dibuat oleh anggota CIR tidak wajib.

“Peran CIR adalah untuk mengeluarkan rekomendasi dan memberikan penjelasan, namun kita tidak bisa memaksakan pelarangan serial tersebut.”

Peniruan berupa visualisasi dari semua nabi adalah dilarang dalam Islam, kata anggota CIR Dr Muhammad Rafaat Utsman.

“CIR telah membuat pernyataan ini 30 tahun yang lalu ketika sutradara Mustafa al-Akkad mengajukan naskah film al-Risalah (The Message) yang beberapa adegan ingin menampilkan sahabat utama nabi,” katanya kepada Al Arabiya.

“Sejak itu, sikap kami tidak berubah.”

Utsman menunjukkan bahwa serial tv Iran tersebut melanggar aturan ini dengan memvisualisasikan nabi Yusuf dan Yakub ayahnya serta malaikat Jibril.

“Faktanya bahwa serial Iran ini tidak membuat tindakan apapun yang dilarang negara. Tugas kita adalah melobi untuk menerapkan aturan ini terlepas dari negara. “

Utsman menjelaskan bahwa melarang peniruan terhadap nabi adalah fatwa yang tetap sejak aktor yang memainkan peran mereka (para nabi) tidak akan pernah bisa menggambarkan karakter sebenarnya.

CIR telah tegas menolak setiap peniruan terhadap Nabi Muhammad, keluarganya, atau sahabatnya. Misalnya, CIR telah menolak permintaan perusahaan Amerika untuk membuat film dokumenter tentang informasi genetik nabi dan menolak untuk menyetujui sebuah serial TV Mesir tentang al-Hassan dan al-Hussein, cucu nabi yang merupakan anak Ali bin Abi Thalib. (aby/erm/Fani)